Awali Karier sebagai Guru, Muhammad Rusdi Kini Dipercaya Jadi Kadis Pendidikan Bone

oleh -62 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Nasib seseorang memang tak pernah ada yang tahu. Jalan pengabdian yang dimulai dari ruang kelas, perlahan membawa seseorang menuju tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kisah itu tergambar dalam perjalanan Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd. Puluhan tahun lalu, ia memulai karier sebagai seorang guru. Hari ini, amanah membawanya ke kursi pimpinan tertinggi di jajaran birokrasi pendidikan Kabupaten Bone.

Senin, 14 September 2026, menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan pengabdiannya. Muhammad Rusdi resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan berlangsung di Aula Lateya Riduni, bersama sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

Momentum tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Tim Penggerak PKK, serta Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone.

Bagi Muhammad Rusdi, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Ada tanggung jawab besar yang melekat di balik kepercayaan tersebut: membawa wajah pendidikan Bone menuju arah yang lebih baik sekaligus memperjuangkan kepentingan para pendidik.

Nama Muhammad Rusdi bukanlah nama asing di kalangan pendidik di Bumi Arung Palakka. Jejak pengabdiannya di dunia pendidikan dimulai sejak 1992, ketika ia pertama kali diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara dan ditempatkan sebagai guru di SMPN 5 Walenrang, Kabupaten Luwu. Lima tahun kemudian, pada 1997, Rusdi kembali ke tanah kelahirannya di Bone. Ia melanjutkan pengabdiannya sebagai guru di SMPN 1 Barebbo.

BACA JUGA:  Wajo Banjir, Danyon C Pelopor Kerahkan Tim SAR

Kariernya kemudian terus berkembang. Pada 2004, ia berpindah tugas ke SMPN 2 Barebbo. Dua tahun berselang, kepercayaan kembali diberikan kepadanya untuk memimpin SMPN 2 Ponre. Tahun 2009, ia dipercaya menjadi Kepala SMPN 2 Sibulue. Lima tahun kemudian, pada 2014, ia kembali mendapat amanah sebagai Kepala SMPN 6 Watampone.

Pengalaman panjang di sekolah menjadi bekal penting dalam perjalanan berikutnya. Pada 2017, Muhammad Rusdi dipercaya menjalankan tugas sebagai Pengawas SMP hingga kemudian memasuki fase baru dalam karier birokrasi pemerintahan.

Pada tahun pertama pemerintahan BerAmal, Muhammad Rusdi mendapat kesempatan mengikuti seleksi terbuka atau lelang jabatan pimpinan tinggi pratama. Ia dinyatakan lolos dan kemudian dilantik sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone pada Rabu, 31 Desember 2025.

Namun, perjalanan itu ternyata belum berhenti. Kurang dari setahun kemudian, amanah kembali membawanya ke bidang yang sejak awal menjadi bagian terpenting dalam perjalanan hidupnya: pendidikan. Kini, ia kembali ke dunia pendidikan bukan sebagai guru atau kepala sekolah, tetapi sebagai orang yang berada di garis depan dalam menentukan arah kebijakan pendidikan Kabupaten Bone.

BACA JUGA:  Satpol-PP di Garda Depan Disiplin ASN, Wajah Baru Pelayanan Publik di Bone

Di luar tugas kedinasannya, Rusdi juga memiliki perjalanan panjang dalam organisasi profesi guru. Ia pernah menjadi pengurus PGRI Kabupaten Bone pada masa kepemimpinan H. Taswin Arifin, dengan tanggung jawab di Bidang Pengembangan Seni. Ia juga tercatat sebagai pengurus PGRI Cabang Khusus Dinas Pendidikan.

Kiprahnya di organisasi profesi tersebut kemudian mencapai momentum penting ketika Konferensi Kabupaten Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bone Masa Bakti 2025–2030 digelar pada Sabtu, 19 Juli 2025. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Kabupaten Bone periode 2025–2030. Kini, setelah dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, dua amanah tersebut bertemu dalam satu ruang pengabdian.

Di satu sisi, ia memiliki tanggung jawab sebagai kepala dinas untuk menerjemahkan kebijakan pemerintah ke dalam program-program pendidikan. Di sisi lain, sebagai Ketua PGRI, ia berada di tengah aspirasi para guru yang berharap adanya peningkatan kompetensi, perlindungan, serta kesejahteraan bagi para pendidik.

Saat ditemui penulis, Muhammad Rusdi mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Baginya, jabatan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintahan BerAmal, menurutnya, tidak boleh disia-siakan.

BACA JUGA:  Kapolda Sulsel Atensi Brimob, Langsung Pimpin Apel Personel Sat Brimob Polda Sulsel

Ia pun berkomitmen untuk menerjemahkan visi besar Bupati Bone dan Wakil Bupati Bone, yakni Mandiri, Berkeadilan dan Berkelanjutan (Maberre), ke dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Bone.

Visi tersebut akan menjadi pijakan dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang mandiri, mendapatkan kesempatan secara adil, dan memiliki masa depan yang berkelanjutan.

Perjalanan Muhammad Rusdi menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone seolah menjadi pengingat bahwa karier pengabdian memiliki jalannya sendiri. Dari seorang guru yang berdiri di depan kelas pada 1992, kemudian menjadi kepala sekolah, pengawas, pejabat birokrasi, hingga kini dipercaya memimpin sektor pendidikan Kabupaten Bone.

Puluhan tahun perjalanan itu menunjukkan satu hal: pengalaman di ruang kelas pada akhirnya membawanya kembali ke tempat yang sejak awal menjadi bagian dari hidupnya. Bedanya, hari ini ia tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap satu ruang kelas atau satu sekolah. Ia memikul tanggung jawab yang jauh lebih luas—masa depan pendidikan dan para guru di seluruh Kabupaten Bone. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.