Dari Sarjana Pertanian Menjadi Penggerak Petani Muda, Burhanuddin, S.P Bawa Semangat Regenerasi dan Inovasi di Bone

oleh -71 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Di tengah gempuran teknologi dan urbanisasi, ada sosok yang memilih kembali ke akar: menjadi petani. Burhanuddin, S.P., atau akrab disapa Kak Handy, adalah alumni Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin angkatan 2016 (lulus 2021) yang memutuskan untuk mengabdikan diri di kampung halamannya, Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Kini, ia dikenal sebagai Ketua Kelompok Tani Mabbiring dan Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lamellong.

Lahir di Bakke pada 7 Juni 1998, Burhanuddin adalah putra asli Kajaolaliddong. Setelah menyelesaikan studi di Unhas, ia memilih untuk kembali ke desa dan terjun langsung ke sektor pertanian. Baginya, sektor pertanian menyimpan peluang besar dan menjadi panggilan hidup untuk menjalani gaya hidup yang lebih tenang dan bermakna. “Sektor pertanian sangat menjanjikan dan peluangnya besar. Selain itu, ada panggilan untuk hidup slow living ada pada sektor pertanian, serta perlu adanya regenerasi petani. Kami butuh petani muda,” ujarnya.

BACA JUGA:  Bersama Direktur Managemen Resiko PT SGN, Bupati Bone Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Mappesangka 

Pada tahun 2023, Burhanuddin menginisiasi pembentukan P4S Lamellong sebagai wadah belajar bagi petani dan pengembangan diri bagi sarjana pertanian seperti dirinya. Dua tahun kemudian, pada 2025, ia dipercaya memimpin Kelompok Tani Mabbiring menggantikan ketua sebelumnya yang sudah sepuh. Sebagai petani termuda di kelompoknya, ia mengakui tantangan terbesarnya adalah memimpin para petani senior dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

Keterlibatan Burhanuddin dalam Program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang diinisiasi Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin menjadi titik balik bagi kelompok tani binaannya. Ia menjadi jembatan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus fasilitator dalam penerapan teknologi pertanian cerdas. “Selain didampingi secara teknis, terutama smart farming menggunakan AWD IoT, kami juga dihubungkan dengan instansi terkait yang dapat mendukung usaha tani di desa kami. Respons petani sangat antusias, terutama karena ada wawasan baru tentang teknologi berbasis IoT,” jelasnya.

BACA JUGA:  BAKSOS IKA UNHAS DI BONE

Sebagai Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan program. “Tugas kami sebagai P4S adalah memberikan pelatihan kepada petani. Apa yang ditinggalkan tim Mannennungeng akan kami ajarkan juga kepada petani di sekitar, sehingga program ini bisa terus berjalan dan bahkan direplikasi di tingkat nasional,” tegasnya.

Ia juga mencatat dampak positif yang mulai terasa. “Awareness masyarakat terhadap pertanian modern dan terintegrasi meningkat. Potensi peningkatan kesejahteraan petani mulai terdorong. Petani muda kemarin dilatih menjadi teknisi perakitan alat smart AWD IoT, dan kami berharap mereka tertarik menjadi petani muda yang inovatif dan mampu memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Bagi Burhanuddin, kolaborasi dengan mahasiswa tidak hanya soal teknologi. “Mereka banyak membantu, baik di lahan maupun di luar lahan. Mereka juga sangat membantu saat gotong royong bersama warga desa. Mereka adalah tim yang solid dengan berbagai disiplin ilmu, sehingga banyak pengetahuan baru yang kami peroleh dan kami saling bertukar pikiran,” kenangnya.

BACA JUGA:  PWI Bone Layangkan Mosi Tidak Percaya, Soroti Keputusan Sepihak PWI Sulsel

Kedepan, ia bercita-cita menjadikan Kelompok Tani Mabbiring sebagai contoh kelompok tani yang kuat dalam kelembagaan dan P4S Lamellong sebagai pusat pembelajaran serta inovator pertanian di desa. “Keterlibatan seluruh elemen menjadi poin penting dalam keberlanjutan program,” tambahnya.

Pesan Burhanuddin untuk generasi muda tegas dan lugas. “Pertanian adalah sektor yang menjadikan kita kuat. Tanpa pangan, kita tidak akan bertahan. Kita butuh regenerasi, karena rata-rata petani kita sudah tua. Sudah saatnya anak muda turun ke sawah dan menjadi bagian dari perubahan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.