Tim Peneliti Sukses Gelar Expo Hasil Penelitian tentang Risiko Digital dan Jebakan Judi Online

oleh -95 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Tim peneliti Sindrom Risiko Digital Terselubung dan Jebakan Judi Online: Orkestrasi Nilai Lempu Getteng Siri’ na Pacce dalam Mengatasi Krisis Moral Remaja dari Universitas Muhammadiyah Bone sukses melaksanakan pameran atau expo hasil penelitian. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi tim untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus menyebarluaskan gagasan mengenai penguatan karakter remaja dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Kegiatan expo mendapat antusiasme dari berbagai pihak. Sejumlah institusi, pemangku kepentingan pendidikan, serta perwakilan Dinas Pendidikan turut mengunjungi stan penelitian untuk melihat secara langsung hasil kajian, proses penelitian, serta gagasan yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pameran tersebut, tim memaparkan hasil penelitian yang mengangkat fenomena risiko digital terselubung dan jebakan judi online yang semakin menjadi tantangan bagi remaja. Penelitian ini melihat persoalan tersebut tidak hanya dari perspektif penggunaan teknologi, tetapi juga dari aspek moral dan budaya sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan diri remaja.

Keunikan penelitian terletak pada upaya mengorkestrasi nilai budaya Bugis Lempu, Getteng, Siri’ na Pacce sebagai landasan dalam menghadapi krisis moral remaja di tengah perkembangan ruang digital. Nilai Lempu dimaknai sebagai kejujuran, Getteng sebagai keteguhan prinsip, Siri’ sebagai harga diri, dan Pacce sebagai kepedulian terhadap sesama.

BACA JUGA:  Kepala SMA/SMK di Bone Kompak Dukung Gerakan Pertanian Masuk Sekolah

Selama expo berlangsung, pengunjung dapat melihat berbagai hasil penelitian, mulai dari proses pengumpulan data, instrumen penelitian, hasil analisis, hingga rekomendasi yang dihasilkan. Tim juga terlibat dalam diskusi dengan pengunjung mengenai strategi pencegahan judi online serta pentingnya penguatan karakter dan literasi digital di lingkungan remaja.

Ketua Tim Peneliti, A. M. Mahfud menyampaikan bahwa penelitian tersebut berangkat dari kegelisahan terhadap semakin kompleksnya risiko yang dihadapi remaja di ruang digital.

“Kami melihat bahwa remaja tidak hanya membutuhkan literasi digital, tetapi juga membutuhkan fondasi nilai yang kuat. Melalui penelitian ini, kami mencoba menghadirkan nilai Lempu, Getteng, Siri’ na Pacce sebagai kekuatan karakter agar remaja mampu mengenali risiko, menolak jebakan judi online, dan tetap memiliki prinsip dalam menggunakan teknologi,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan expo menjadi kesempatan bagi tim untuk menyampaikan hasil penelitian secara langsung kepada masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Expo ini bukan sekadar memamerkan hasil penelitian, tetapi menjadi ruang untuk berdiskusi dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan risiko digital pada remaja,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Himabio UNIM Kolaborasi Himabio UNSIMA Bone Lakukan Biosfun di Sanggar Tani Lampoko

Sementara itu, Dosen Pembimbing, Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, S.Pd., M.Pd mengapresiasi pelaksanaan expo dan proses penelitian yang telah dilakukan oleh tim. Menurutnya, penelitian yang mengangkat persoalan aktual dengan pendekatan nilai budaya lokal memiliki relevansi yang kuat dalam konteks pendidikan saat ini.

“Penelitian ini menarik karena mencoba mempertemukan persoalan yang sangat aktual, yaitu risiko digital dan judi online, dengan nilai budaya yang hidup di masyarakat. Pendekatan Lempu, Getteng, Siri’ na Pacce dapat menjadi perspektif penting dalam memperkuat karakter remaja agar mereka tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan diseminasi melalui expo penting dilakukan agar hasil penelitian dapat diketahui dan mendapatkan respons dari berbagai pihak.

“Kami berharap hasil penelitian ini tidak berhenti pada laporan akademik. Kehadiran berbagai institusi dan Dinas Pendidikan dalam expo menjadi peluang untuk membuka ruang kolaborasi dan memperluas pemanfaatan hasil penelitian, khususnya dalam penguatan pendidikan karakter dan literasi digital,” tambahnya.

BACA JUGA:  MPLS Penuh Makna Murid Kelas I UPT SD Inpres 12/79 Cellu I Terima Bantuan Seragam dari Bupati Bone

Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan serta berbagai institusi dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi tim untuk memperoleh masukan dan memperluas diseminasi hasil penelitian. Diskusi yang berlangsung juga menunjukkan adanya perhatian terhadap isu perjudian online, perilaku digital berisiko, serta tantangan moral yang dihadapi generasi muda.

Melalui penelitian ini, tim berharap nilai-nilai budaya lokal dapat kembali ditempatkan sebagai bagian penting dalam menghadapi persoalan kontemporer. Lempu, Getteng, Siri’ na Pacce tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai nilai yang dapat dikontekstualisasikan untuk membangun ketahanan moral remaja di tengah perkembangan teknologi.

Kesuksesan pelaksanaan expo menjadi tahap penting dalam perjalanan penelitian sekaligus menjadi ruang bagi tim untuk memperkenalkan gagasan kepada masyarakat luas. Tim berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyebarluaskan hasil penelitian sebagai bagian dari kontribusi dalam menciptakan generasi muda yang cakap secara digital, berkarakter, dan memiliki keteguhan nilai dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.