BERAWAL DARI ANTREAN DI MARE, ANDI FITRA MAKKUASENG SOROTI FENOMENA ANTREAN BBM HINGGA MAKASSAR

oleh -66 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini menjadi perhatian Andi Fitra Makkuaseng, Ketua DPK KEPMI Bone Lapawawoi UNM.

Perhatian tersebut berawal ketika Andi Fitra melihat secara langsung kondisi antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang merupakan kampung halamannya.

Menurut Ketua DPK KEPMI BONE Lapawawou UNM, kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai apakah antrean hanya terjadi di wilayah Kecamatan Mare atau juga terjadi di daerah lain.

Untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, Andi Fitra kemudian mencermati situasi sejumlah SPBU dalam perjalanan dari Kabupaten Bone menuju Kota Makassar.

BACA JUGA:  Jurnalis Bone Menyatu Siap Demo di DPRD, Tuntut Transparansi Pengelolaan Anggaran Media

Dari pengamatannya, kondisi serupa ternyata juga ditemukan di sejumlah titik sepanjang perjalanan.

“Awalnya saya melihat antrean di SPBU yang ada di kampung halaman saya, di Kecamatan Mare. Dari situ saya bertanya, apakah kondisi seperti ini hanya terjadi di Mare atau juga terjadi di tempat lain. Namun dalam perjalanan dari Bone hingga Makassar, ternyata di sejumlah SPBU yang kami lalui juga terjadi antrean,” ujar Andi Fitra Makkuaseng.

Berangkat dari kondisi tersebut, Andi Fitra kemudian mencermati berbagai informasi yang berkembang di ruang publik, termasuk sejumlah pernyataan yang disampaikan melalui kanal dan media sosial resmi pemerintah pusat.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Ojol Kamtibmas Mappatabe, Kapolres Bone Ajak Bersinergi Jaga Keamanan

Dari informasi yang diperolehnya, disebutkan bahwa pasokan atau suplai bahan bakar minyak secara nasional tidak mengalami pengurangan.

Menurut Andi Fitra, informasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang menyebabkan antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU.

“Jika suplai BBM secara nasional memang tidak mengalami pengurangan, maka tentu perlu diketahui apa yang sebenarnya menyebabkan antrean terjadi di berbagai daerah,” ujarnya.

Andi Fitra menegaskan, dirinya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menuding pihak tertentu sebagai penyebab dari kondisi tersebut.

Menurutnya, perlu dilakukan penelusuran dan evaluasi secara objektif untuk mengetahui apakah terdapat kendala dalam proses distribusi ke daerah, mekanisme penyaluran, peningkatan kebutuhan masyarakat, atau faktor lain yang menyebabkan terjadinya antrean.

BACA JUGA:  Sukses HPN 2026, AMWI Apresiasi Media Support dan Sponsor

“Ini bukan soal mencari siapa yang salah. Yang terpenting adalah mengetahui di mana letak persoalannya. Jika penyebabnya dapat diidentifikasi dengan jelas, maka solusi yang tepat juga dapat segera ditemukan,” tegasnya.

Sebagai kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat, Andi Fitra berharap kondisi antrean BBM yang terjadi belakangan ini dapat memperoleh perhatian dan penjelasan yang terbuka dari pihak terkait.

Ia juga berharap persoalan tersebut dapat segera memperoleh titik terang, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan dengan lancar. (*/Asdar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.