WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) PDA Bone bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone menyelenggarakan kegiatan pengajian di Masjid Kampus UNIM Bone pada Rabu, 12 Agustus 2026. Mengusung tema “Membumikan Risalah Perempuan Berkemajuan dalam Keluarga dan Masyarakat”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus intelektual bagi seluruh peserta yang hadir.
Acara yang dipandu oleh moderator Andi Srimularahmah ini menghadirkan Ketua PDA Bone, Murniati Muhammad, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau mengupas tuntas urgensi pemahaman Risalah Perempuan Berkemajuan, tidak hanya sebagai konsep teoritis, tetapi juga sebagai pilar praktis dalam membina ketahanan keluarga islami serta menggerakkan pencerahan sosial di tengah dinamika masyarakat modern.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan dihadiri langsung oleh Sekretaris PDA Bone, jajaran anggota majelis dan lembaga di lingkungan PDA Bone, serta segenap civitas akademika FKIP UNIM Bone. Suasana pengajian berlangsung khidmat dan interaktif, mencerminkan sinergi yang kokoh antara organisasi otonom Muhammadiyah dengan entitas akademik kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LPPA sekaligus Dekan FKIP UNIM Bone menyampaikan harapannya agar agenda pengajian ini dapat terus berlanjut secara konsisten. Pengajian rutin selanjutnya diharapkan tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, melainkan menjadi wadah konsolidasi gagasan, penguatan karakter, serta pemantik aksi nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dan keperempuanan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada pemateri yang diserahkan langsung oleh Ketua LPPA, Andi Suwarni. Momen kebersamaan tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan, pengurus PDA, dan peserta pengajian.
Melalui kolaborasi strategis antara LPP PDA Bone dan FKIP UNIM Bone ini, semangat pencerahan serta nilai-nilai perempuan berkemajuan diharapkan semakin mengakar kuat. Langkah ini menjadi bukti komitmen bersama dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi. (*)








