Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone Laksanakan Program MANTRA, Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Biomassa Mangrove

oleh -117 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Bone telah melaksanakan Program MANTRA (Mangrove Empowerment through Rhizophora Transformation) di Desa Manera, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone. Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026 ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan biomassa mangrove menjadi produk bernilai tambah berbasis ekonomi sirkular.

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Manera, Kelompok Dasawisma Mangrumi sebagai mitra, untuk menyepakati tahapan pelaksanaan program. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi lapangan, pengumpulan data awal (baseline), identifikasi potensi biomassa Rhizophora, serta pelaksanaan pre-test sebagai dasar pengukuran tingkat pengetahuan peserta sebelum mengikuti rangkaian kegiatan pemberdayaan.

BACA JUGA:  Festival Disdik Jilid II Tingkat SMP/MTs, Sekolah dari Kecamatan Dominasi Juara

Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas masyarakat, tim PKM-PM MANTRA telah menyelenggarakan serangkaian pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Dasawisma Mangrumi. Pelatihan difokuskan pada pengolahan biomassa Rhizophora menjadi briket bioarang, pewarna alami kain, dan koagulan alami untuk penjernihan air. Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif sehingga mitra tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam setiap proses produksi.

Ketua Tim PKM-PM MANTRA menyampaikan bahwa Desa Manera memiliki potensi biomassa mangrove yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi.

BACA JUGA:  SMPN 3 Mare Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi: Langkah Nyata Dalam Pelestarian Lingkungan

“Program MANTRA bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap biomassa mangrove. Biomassa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal kami dorong menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah tanpa mengabaikan prinsip konservasi ekosistem mangrove,” ujarnya.

Dosen Pendamping Program MANTRA, Syarifnur, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program PKM-PM tidak hanya berorientasi pada penyelesaian luaran, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

“Pemberdayaan yang berhasil adalah ketika masyarakat mampu melanjutkan inovasi secara mandiri. Karena itu, setiap pelatihan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun keterampilan dan kepercayaan diri mitra dalam mengembangkan potensi biomassa mangrove,” jelasnya.

BACA JUGA:  UPT SDN 197 Tanete Harapan Raih Prestasi pada Festival Ramadan di Pondok Pesantren Badruttamam Cina

Pemerintah Desa Manera memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program MANTRA karena dinilai mendukung upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.

Melalui pelaksanaan program ini, anggota Kelompok Dasawisma Mangrumi mulai memiliki kemampuan dalam mengolah biomassa Rhizophora menjadi berbagai produk ramah lingkungan, sekaligus memperoleh penguatan pada aspek pengemasan produk, pelabelan, dan pemasaran digital. Program MANTRA diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mengintegrasikan konservasi mangrove, inovasi produk, dan penguatan kapasitas masyarakat menuju kemandirian yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.