WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone kembali menghadirkan inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dengan mengembangkan EcoBaglog, media tanam biokomposit berbasis limbah sekam padi yang dirancang sebagai solusi budidaya jamur tiram yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan bernilai tambah tinggi.
Program ini diketuai oleh Darmawati dari Program Studi Pendidikan Biologi bersama Welah dari Program Studi Agroteknologi dan Ismawati dari Program Studi Agribisnis di bawah bimbingan Dr. Hamka, S.E., M.Si. Inovasi tersebut memanfaatkan limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk diolah menjadi media tanam berkualitas bagi budidaya jamur tiram.
Ketua tim, Darmawati, menjelaskan bahwa EcoBaglog hadir sebagai solusi atas melimpahnya limbah pertanian sekaligus tingginya kebutuhan media tanam jamur yang berkualitas. “Sekam padi sering kali dianggap limbah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui EcoBaglog, kami mengubah limbah tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan,” ujarnya.
Media tanam EcoBaglog diformulasikan menggunakan kombinasi sekam padi, dedak, kapur pertanian, molase, serta bahan pendukung lainnya yang diproses melalui tahapan pencampuran, fermentasi, sterilisasi, hingga inokulasi bibit jamur tiram. Seluruh proses produksi dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan dan kualitas sehingga menghasilkan media tanam yang seragam dan mampu mendukung pertumbuhan miselium secara optimal. Selain menawarkan produk inovatif, tim PKM-K juga merancang alat bantu produksi berupa block press EcoBaglog yang berfungsi menghasilkan baglog dengan tingkat kepadatan yang seragam sehingga proses produksi menjadi lebih efisien dan kualitas produk lebih konsisten. Alat ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha EcoBaglog.

Hasil survei pasar yang dilakukan tim menunjukkan bahwa EcoBaglog memiliki peluang usaha yang sangat menjanjikan. Seluruh responden mengetahui budidaya jamur tiram, sebagian besar menyatakan sangat membutuhkan media tanam alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, serta menunjukkan minat tinggi untuk menggunakan produk EcoBaglog apabila dipasarkan.
Dosen pendamping, Dr. Hamka, S.E., M.Si., mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa karena mampu mengintegrasikan aspek kewirausahaan, lingkungan, dan pemberdayaan potensi lokal. “EcoBaglog bukan sekadar produk media tanam, tetapi merupakan bentuk inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Saya berharap produk ini dapat berkembang menjadi usaha mahasiswa yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui program PKM-K ini, tim berharap EcoBaglog dapat menjadi alternatif media tanam yang berkualitas bagi petani jamur tiram sekaligus berkontribusi dalam pengurangan limbah pertanian. Ke depan, tim juga akan mengembangkan strategi pemasaran digital, memperluas jaringan kemitraan dengan kelompok tani, serta meningkatkan kapasitas produksi agar EcoBaglog mampu bersaing di pasar nasional sebagai produk kewirausahaan inovatif karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone. (*)









