Angkat Nilai Budaya Bugis sebagai Solusi Era Digital, Tim PKM-RSH UNIM Bone Teliti Krisis Moral Remaja Akibat Risiko Digital dan Judi Online

oleh -28 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, berbagai tantangan baru turut mengancam kehidupan remaja. Salah satu yang kini menjadi perhatian serius adalah meningkatnya paparan risiko digital yang tidak disadari serta maraknya perjudian daring yang berpotensi memicu krisis moral pada generasi muda. Menjawab fenomena tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah Bone menghadirkan sebuah penelitian yang memadukan pendekatan ilmiah dengan kearifan lokal Bugis sebagai solusi yang relevan dan berkelanjutan.

Tim yang diketuai oleh A. M. Mahfud, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, mengangkat penelitian berjudul Sindrom Risiko Digital Terselubung dan Jebakan Perjudian Daring: Orkestrasi Nilai Lempu, Getteng, Siri’ na Pacce dalam Mengatasi Krisis Moral Remaja. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi remaja di era digital, ketika akses terhadap berbagai platform digital tidak selalu diiringi dengan kesiapan karakter dan kemampuan menyaring informasi secara bijaksana.

BACA JUGA:  Guru SMPN 2 Tonra Ikuti Talk Show Pembelajaran Mendalam, Bawa Hasil Panen Karya Pelajar

Berbeda dengan berbagai penelitian yang hanya berfokus pada dampak negatif teknologi, penelitian ini menawarkan perspektif baru melalui penguatan nilai-nilai budaya Bugis, yakni Lempu yang mengajarkan kejujuran, Getteng yang menanamkan keteguhan pendirian, serta Siri’ na Pacce yang menumbuhkan rasa malu, harga diri, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Ketiga nilai tersebut diyakini mampu menjadi fondasi karakter yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan digital, termasuk godaan perjudian daring yang semakin mudah diakses oleh remaja.

Melalui penelitian ini, tim berharap dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model pendidikan karakter yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berpijak pada identitas budaya masyarakat Bone. Integrasi antara teknologi, pendidikan, dan nilai-nilai lokal diharapkan mampu melahirkan generasi yang cakap secara digital sekaligus berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA:  MTs Al Hidayah Bakke Gelar Gladi ANBK, Persiapan Matang Menuju Asesmen Nasional

Penelitian ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIM Bone terus berupaya menghadirkan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di tengah masyarakat. Dengan menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan utama, penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam membangun pendidikan karakter yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya Bugis.

Dosen pembimbing, Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., menyampaikan bahwa penelitian ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Besar harapan agar hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi dunia pendidikan, pemerintah, maupun berbagai pihak dalam memperkuat karakter remaja sebagai generasi penerus bangsa yang berakhlak, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan era digital.

BACA JUGA:  Stavisco 2025: Last Ceremony Siswa MAN 1 Bone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.