Bangun Kepemimpinan Pemuda Berbasis Lokalitas, TIM PKM FIS-H UNM Selenggarakan Sekolah Kebangsaan di Kabupaten Bone

oleh -95 x dibaca
Foto bersama wakil bupati, narasumber, panitia, mitra, dan peserta kegiatan Sekolah Kebangsaan di Kabupaten Bone.

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sekolah Kebangsaan: Reaktualisasi Lokalitas dalam Membangun Kesadaran Kritis Pemuda di Kabupaten Bone.”

Kegiatan yang berlangsung di Bunir Coffee, Watampone, Kabupaten Bone, Sabtu (11/7/2026), menjadi ruang edukasi sekaligus dialog bagi generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada kearifan lokal.

Program ini merupakan kolaborasi antara TIM PKM FIS-H UNM yang terdiri atas Dr. Najamuddin, M.Hum, Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., dan Arisnawawi, S.Sos., M.Si dengan LSM Sulekka sebagai mitra pelaksana. Kegiatan ini dipandu Arisnawawi, S.Sos., M.Si. sebagai pembawa acara dan menghadirkan akademisi, peneliti, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah sebagai narasumber.

Selain diskusi kebangsaan, peserta memperoleh materi mengenai kepemimpinan pemuda berbasis lokalitas, penguatan kesadaran sosial, serta peluang pengembangan kepemimpinan perempuan dalam masyarakat Bugis.

Narasumber yang hadir antara lain Dr. Andi Singkeru Rukka, S.H., M.H. (Akademisi/Budayawan), Mujibur Rahman, S.H., M.H. (Akademisi/Peneliti), Subarman Salim, S.Pd., M.Si. (Peneliti), dan Andi Purnamasari (Anggota DPRD Kabupaten Bone).

BACA JUGA:  Murid SDIT Amir Fil Jannah Bajoe Raih Juara Karate Kata Putri di O2SN Tingkat Kabupaten Bone

Ketua Panitia, Sopian Tamrin, S.Pd., M.Pd., melaporkan, kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam memperkuat kapasitas generasi muda melalui pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan semangat kebangsaan.

“Sekolah Kebangsaan ini merupakan bagian dari implementasi Pengabdian kepada Masyarakat FIS-H UNM. Kami berharap forum ini menjadi ruang belajar bersama bagi pemuda untuk memperkuat kepemimpinan, menumbuhkan kesadaran kritis, serta memahami bahwa nilai-nilai lokal merupakan modal penting dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas pemuda menunjukkan bahwa pembangunan karakter kebangsaan memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, mewakili mitra pelaksana dari LSM Sulekka, Andi Geerhand, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada organisasinya untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat yang selama ini kami lakukan. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pendidikan kebangsaan yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat,” katanya.

Ketua TBM Sulekka, Andi Geerhand, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan sebagai mitra pelaksana kegiatan berharap program serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak pemuda yang memperoleh ruang belajar mengenai demokrasi, kepemimpinan, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bone Gencarkan Sosialisasi Kamseltibcarlantas

Ketua TIM PKM FIS-H UNM, Dr. Najamuddin, M.Hum menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap identitas lokal yang hidup di tengah masyarakat.

“Lokalitas bukan sesuatu yang bertentangan dengan nasionalisme. Sebaliknya, nilai-nilai budaya lokal merupakan fondasi penting dalam memperkuat karakter kebangsaan. Melalui Sekolah Kebangsaan ini kami ingin menghadirkan ruang dialog agar generasi muda mampu memadukan kearifan lokal dengan tantangan kehidupan kebangsaan di era modern,” ungkapnya.

Ketua TIM PKM FIS-H UNM, Dr. Najamuddin, M.Hum menjelaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas masyarakat.

Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M ketika membuka kegiatan ini mengapresiasi inisiatif FIS-H UNM yang memilih Kabupaten Bone sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Bone menyambut baik pelaksanaan Sekolah Kebangsaan ini. Kami percaya bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap bangsa yang berakar pada budaya lokal. Semoga kegiatan ini melahirkan generasi muda yang kritis, adaptif, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kapolsek Barebbo Hadiri Pelatihan Kader Posyandu di Desa Congko

Andi Akmal mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, serta tanya jawab mengenai berbagai isu strategis, mulai dari kebangsaan, kepemimpinan pemuda, penguatan budaya lokal, hingga tantangan pembangunan masyarakat di era digital. Salah satu materi membahas Trajektori Kepemimpinan Perempuan Bugis: Menilik Peluang dan Tantangan, yang memberikan perspektif mengenai peran perempuan dalam ruang publik dan pembangunan daerah.

Program ditutup dengan sesi refleksi dan foto bersama seluruh narasumber, panitia, serta peserta. Melalui kegiatan ini, FIS-H UNM berharap lahir jejaring pemuda yang mampu menjadi penggerak perubahan sosial berbasis nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan kearifan lokal. (*/asdar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.