SINJAI, TRIBUNBONEONLINE.COM– Gelombang protes terhadap pengelolaan Program Makanan Bergizi Gratis bentukan pemerintahan Prabowo-Gibran datang dari berbagai kalangan termasuk aktivis dari gabungan berbagai organisasi seperti HMI, PMII, dan GMNI khususnya di Kabupaten Sinjai melakukan aksi demonstrasi di beberapa titik seperti Perempatan Tugu Sinjai Bersatu dan Kantor DPRD Kabupaten Sinjai, Selasa (23)06/2024) sore.
Aksi para aktivis yang menamai dirinya Cipayung Sinjai itu sempat diwarnai kericuhan salah satunya terjadi di depan tugu bambu yang disebabkan adanya sekelompok orang tak dikenal mengambil paksa ban yang akan digunakan demonstran untuk mendukung aksinya. Akibatnya tarik menarikpun terjadi meski segera dilerai oleh aparat kepolisian yang berjaga.
Jenderal Lapangan dari Aksi itu, Andi Muhammad Fauzan menjelaskan, ada enam tuntutan dalam aksi ini salah satunya meminta agar program MBG dilakukan evaluasi menyeluruh mengingat pelaksanaannya dianggap sudah tidak sesuai dengan tujuan awal pemerintah.

“Di lapangan ada berbagai dapur (MBG) yang tidak sesuai SOP dapur dimana hari ini masih banyak dapur yang beroperasi tapi tidak memenuhi standar dari BGN, kami tidak menuntut MBG ditutup tapi bagaimana agar dievaluasi kinerja dari pengelola dapur yang ada,” terangnya.
Selain program MBG yang dianggap telah mengucurkan anggaran negara yang tidak sedikit, Koperasi Desam Merah Putih juga menjadi perhatian demonstran Cipayung Sinjai ini yang dinilai harus dilakukan evaluasi mengingat anggaran yang digelontorkan tidaklah sedikit.
Adapun tuntutan lainnya dari aksi ini di antaranya tuntutan untuk kesejahteraan guru, penolakan terhadap kenaikan BBM, penolakan hasil revisi undang-undang TNI-POLRI. (LSee)








