Wanita Tani Desa Seberang Kini Kelola Hipertensi Melalui Aplikasi Digital TaniSehat

oleh -68 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Institut Batari Toja Bone menghadirkan inovasi digital ‘’TaniSehat’’, sebuah aplikasi yang membantu wanita tani mengelola hipertensi secara mandiri melalui edukasi, pemantauan kesehatan, dan pendampingan kader berbasis komunitas.

Program ini dilaksanakan di Desa Seberang, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, dengan sasaran anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Melalui kegiatan ini peserta memperoleh pemeriksaan tekanan darah, skrining kecemasan, Edukasi Kesehatan Mental, edukasi kesehatan reproduksi, edukasi manajemen hipertensi, serta pendampingan berkelanjutan menggunakan aplikasi TaniSehat.

Ketua tim pengabdian Mardiana S.Kep, Ns., M.Kep menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat. Kondisi tersebut sering tidak disadari karena banyak penderita tidak mengalami gejala sehingga berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik.

BACA JUGA:  Polantas Bone Pasang Spanduk Imbauan Di Titik Black Spot Di Hari Ke-4 Ops Keselamatan

“Inovasi TaniSehat dikembangkan untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan melalui teknologi digital yang mudah digunakan oleh masyarakat. Aplikasi ini tidak hanya menyajikan materi edukasi tetapi juga memberikan rekomendasi tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan peserta serta memudahkan kader melakukan pemantauan secara berkelanjutan” ujarnya.

Keunikan aplikasi TaniSehat terletak pada integrasi beberapa komponen penting dalam pengelolaan hipertensi yaitu pencatatan tekanan darah, skrining kecemasan menggunakan GAD-7, pemantauan kesehatan reproduksi wanita, video edukasi, modul digital, serta dashboard khusus bagi kader dan administrator. Melalui sistem tersebut, kader dapat mengetahui peserta yang memerlukan pendampingan lebih lanjut, sementara administrator dapat memantau aktivitas kader secara real time.

Selain pemanfaatan aplikasi, kegiatan pengabdian juga menghasilkan berbagai media edukasi berupa video pembelajaran, modul digital, buku saku kader, poster, dan infografis yang dapat diakses peserta secara mandiri. Hingga tahap pelaksanaan saat ini, program telah melibatkan 20 anggota Kelompok Wanita Tani sebagai peserta utama dan 2 kader TaniSehat yang telah mendapatkan pelatihan. Tim pengabdian juga telah menyelesaikan pengembangan aplikasi TaniSehat yang dilengkapi dengan tiga dashboard (admin, kader, dan peserta), video edukasi, modul digital, buku saku kader, poster, dan media edukasi lainnya sebagai sarana pembelajaran dan pendampingan masyarakat.Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat pada wanita tani.

BACA JUGA:  Tiga Desa di Sinjai Jadi Lokus Cantik, Bupati Target Tembus Tiga Besar Nasional

Program ini juga memperkuat peran kader kesehatan yang berasal dari anggota Kelompok Wanita Tani. Setelah memperoleh pelatihan, kader berperan memberikan edukasi, melakukan pemantauan, mendokumentasikan tindak lanjut melalui aplikasi, serta mengarahkan peserta yang memiliki risiko tinggi untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Hasil evaluasi awal menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan hipertensi, meningkatnya pemanfaatan aplikasi TaniSehat sebagai media edukasi, serta meningkatnya keterlibatan kader dalam melakukan pemantauan dan tindak lanjut terhadap peserta yang memiliki faktor risiko hipertensi.

Melalui pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan pendekatan keperawatan komunitas, Tim Pengabdian berharap TaniSehat dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian hipertensi yang mudah diterapkan di wilayah pedesaan.

BACA JUGA:  KPU Sinjai Satukan Pemahaman PPK-PPS Terkait Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.