PTS Bukan Pilihan Kedua: H. Sandi Dorong Kebijakan PMB yang Lebih Berkeadilan

oleh -207 x dibaca
H. Sandi

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berlangsung hingga mendekati awal perkuliahan menjadi perhatian sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi ruang gerak PTS dalam menjaring calon mahasiswa baru karena sebagian besar calon mahasiswa memilih menunggu seluruh tahapan seleksi PTN selesai sebelum menentukan pilihan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bone, H. Sandi, S.Pd., M.Pd., berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih proporsional dengan tetap memperhatikan keberadaan dan peran strategis PTS dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

“Pada dasarnya, tujuan dan arah PTN maupun PTS adalah sama, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan keseimbangan dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru agar seluruh perguruan tinggi memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang,” ujarnya, Jumat, 12/6/2026.

BACA JUGA:  UNIM Bone Kembali Bersinar! FrashNature Tembus Pendanaan PKM-K 2025

Menurut H. Sandi, keberadaan PTS selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. Bahkan, tidak sedikit perguruan tinggi swasta yang telah menunjukkan kualitas akademik, inovasi, serta prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menilai bahwa kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang terlalu panjang di PTN dapat menimbulkan ketidakpastian bagi PTS dalam menyusun strategi akademik maupun perencanaan kelembagaan. Meskipun demikian, Universitas Muhammadiyah Bone tetap optimis dan terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Penerimaan Rapor di UPT SD Negeri 71 Lamurukung, Momentum Perkuat Silaturahmi Guru dan Orang Tua

“PTS bukan hanya pilihan kedua. Saat ini banyak perguruan tinggi swasta yang memiliki kualitas unggul, dosen yang kompeten, program beasiswa yang beragam, serta lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja. Karena itu, kami berharap tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang lebih sehat, kompetitif, dan berkeadilan,” tambahnya.

Lebih lanjut, H. Sandi menegaskan bahwa PTN dan PTS tidak seharusnya dipandang sebagai dua institusi yang saling berkompetisi secara tidak sehat. Sebaliknya, keduanya merupakan mitra dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa untuk menghasilkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:  Prestasi Membanggakan, Karya Tulis SMA Negeri 8 Bone Membuahkan Apresiasi Mendalam

Di tengah persaingan yang semakin dinamis, Universitas Muhammadiyah Bone terus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk bergabung dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai program studi unggulan, dukungan beasiswa, serta lingkungan akademik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

“Ketika PTN dan PTS diberikan ruang yang sama untuk tumbuh dan berkembang, maka yang akan memperoleh manfaat terbesar adalah masyarakat, dunia pendidikan, dan masa depan Indonesia,” tutup H. Sandi, S.Pd., M.Pd. dengan penuh optimisme. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.