Menepis Mitos Sekolah Favorit, Bone Dorong Pemerataan Pendidikan

oleh -85 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Sejumlah orang tua tampak sibuk mencari informasi penerimaan peserta didik baru. Sebagian besar memiliki tujuan yang sama: memasukkan anak mereka ke sekolah yang selama ini dikenal sebagai “sekolah favorit”.

Fenomena tersebut masih menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bone. Di satu sisi, beberapa sekolah dipadati peminat. Namun di sisi lain, ada sekolah yang justru kesulitan mendapatkan peserta didik baru.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Bone menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Bone, Edy Saputra Syam, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tetap mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, di balik aturan tersebut, pihaknya memiliki harapan yang lebih besar, yakni terciptanya pemerataan jumlah peserta didik di seluruh sekolah, baik tingkat SD maupun SMP.

BACA JUGA:  Polsek Barebbo Polres Bone Raih Juara 1 Lomba Kebersihan Tingkat Polres Bone dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78

“Kita merujuk pada juknis yang ada. Tetapi harapan kami, penerimaan siswa di sekolah-sekolah bisa lebih merata. Jangan sampai semua orang tua hanya menginginkan anaknya masuk ke sekolah tertentu yang dianggap unggulan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Menurut Edy, persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit masih cukup kuat. Akibatnya, sejumlah sekolah menjadi tujuan utama pendaftaran, sementara sekolah lain harus menerima kenyataan dengan jumlah peserta didik yang jauh lebih sedikit.

Bahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat sekolah yang hanya mampu menerima sekitar 25 siswa baru dalam satu tahun ajaran.

BACA JUGA:  Gandeng Inspektorat dan Dinas PMD, KPP Pratama Gelar .onev untuk Bendahara Desa se Kabupaten Bone

Angka tersebut, kata dia, bukan sekadar persoalan statistik. Jika terus terjadi, kondisi itu dapat berdampak terhadap keberlangsungan sekolah dalam jangka panjang.

“Jangan sampai ada sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru. Kalau terus terjadi, tentu akan berdampak terhadap keberlangsungan sekolah itu sendiri,” katanya.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Dinas Pendidikan Bone terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui Program Sekolah Model Beramal yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu.

Program ini diharapkan menjadi contoh sekaligus pemantik bagi sekolah-sekolah lain di berbagai kecamatan agar terus berbenah. Bukan hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas tenaga pendidik serta inovasi pembelajaran.

BACA JUGA:  Jadi Irup Di SMA Negeri 3 Bone, Ini Pesan Kasat Lantas Polres Bone

“Harapan kami, Sekolah Model Beramal menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga pendidiknya,” tutur Edy.

Baginya, pemerataan kualitas sekolah merupakan kunci untuk mengubah pola pikir masyarakat. Ketika seluruh sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang baik, orang tua tidak lagi harus berlomba mencari sekolah yang jauh dari tempat tinggal hanya karena memiliki label unggulan.

Sebaliknya, anak-anak dapat bersekolah di lingkungan terdekat sehingga lebih nyaman dan efisien dalam menjalani aktivitas belajar setiap hari.

“Kalau semua sekolah memiliki kualitas yang baik, tentu orang tua tidak perlu lagi mencari sekolah yang jauh dari rumah hanya karena dianggap lebih unggul,” ujarnya. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.