MIN 4 Bone Awali Ujian Madrasah dengan Semangat Cinta

oleh -909 x dibaca

DUA BOCCOE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) di MIN 4 Bone tahun ini berlangsung dengan suasana yang berbeda. Jika biasanya ujian identik dengan ketegangan dan kecemasan, kali ini para guru dan murid memulainya dengan penuh keceriaan dan semangat positif.

Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak lebih hangat. Para peserta ujian hadir dengan senyum, didampingi guru yang memberikan dukungan moral.

Sebuah semboyan “Cinta” menjadi penguat utama sebelum ujian dimulai, menciptakan atmosfer yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh warga madrasah.

Kepala MIN 4 Bone, Andi Asdar, menegaskan bahwa ujian tidak seharusnya diawali dengan tekanan.

BACA JUGA:  Damkar Lappariaja Siap Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Termasuk Rescue Animal

Menurutnya, kondisi psikologis murid sangat berpengaruh terhadap hasil belajar.

“Suasana ujian tidak pantas dimulai dengan ketegangan. Murid seharusnya merasa rileks dan nyaman. Yang lebih penting adalah menghadirkan rasa cinta terhadap setiap aktivitas positif di madrasah, termasuk ujian,” ujarnya. Senin (04/05/26).

Ia juga berharap para murid mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap proses belajar, termasuk pada mata pelajaran yang dianggap sulit. Rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan dinilai dapat mendorong rasa ingin tahu yang lebih besar, bukan justru menimbulkan keengganan.

“Murid yang menghadapi pelajaran sulit seharusnya tetap menumbuhkan rasa cinta untuk belajar dan memahami, bukan membenci atau menghindarinya. Begitu pula terhadap guru yang mengampu mata pelajaran tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA:  Babinsa Koramil 1407-13/Sibulue melaksanakan pendampingan Vaksin Jembrana bersama petugas Dinas Peternakan Kabupaten Bone

Lebih lanjut, Andi Asdar menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini tengah digalakkan secara masif di MIN 4 Bone. Melalui kurikulum ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih humanis, menyenangkan, dan bermakna.

Dengan menanamkan nilai cinta terhadap ilmu dan proses belajar, pihak madrasah optimistis tidak akan ada lagi ruang bagi rasa takut, benci, atau penolakan terhadap pelajaran. Sebaliknya, murid akan tumbuh menjadi pribadi yang antusias, penuh semangat, dan menghargai setiap proses pendidikan yang mereka jalani.

BACA JUGA:  Kepala MI Arrahman Pajekko Laksanakan Supervisi Proses Pembelajaran Guru Kelas IV

Pelaksanaan Ujian Madrasah pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga momentum untuk membangun karakter murid yang positif dan berlandaskan nilai-nilai cinta. (Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.