Hardiknas 2026 di MAN 2 Bone Tampil Unik: Baju Adat dan Inklusi Disabilitas Jadi Sorotan

oleh -213 x dibaca
Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulsel Dr. H. Wahyuddin Hakim, M., Hum, memberikan apresiasi kepada para pelajar penyandang disabilitas diselah upacara peringatan Hardiknas 2026.

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 di MAN 2 Bone berlangsung berbeda dan penuh makna. Seluruh peserta upacara mengenakan baju adat, mencerminkan penghargaan terhadap kearifan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh DPD PGMI Raya Kabupaten Bone bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Bone. Upacara turut melibatkan peserta didik penyandang disabilitas dari MI Nursyarifah, MI Bahrul Ulum Bajoe, dan MAN 2 Bone, menegaskan komitmen terhadap pendidikan inklusif.

Upacara yang digelar di halaman MAN 2 Bone pada Sabtu (2/5/2026) berlangsung meriah namun tetap khidmat. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum, hadir sebagai inspektur upacara dan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

BACA JUGA:  Alumni SMANSA 91 Peduli, Berkurban dan Berbagi di Momen Idul Adha

Dalam amanatnya, Wahyuddin Hakim menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional sekaligus menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa pendidikan bermutu adalah hak semua anak bangsa tanpa terkecuali,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan peserta didik penyandang disabilitas dalam upacara tersebut. Menurutnya, madrasah memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Di lingkungan madrasah, kami terus menyiapkan sarana, kurikulum, dan sumber daya manusia agar anak-anak penyandang disabilitas mendapatkan layanan terbaik. Mereka bukan beban, melainkan amanah dan potensi besar bagi umat,” tegasnya.

BACA JUGA:  Sukses, Pelantikan Rektor UNIM Bone Masa Bakti 2024-2028

Melalui peringatan Hardiknas ini, Wahyuddin berharap seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas. Ia juga mendorong agar nilai-nilai keberagaman, kesetaraan, dan penghargaan terhadap potensi setiap individu terus ditanamkan di lingkungan pendidikan.

Peringatan Hardiknas di MAN 2 Bone tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi nyata bahwa pendidikan yang humanis, inklusif, dan berakar pada budaya lokal adalah kunci membangun generasi masa depan yang berdaya saing dan berkarakter. (Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.