Kamad MIN 4 Bone Serahkan Buku “Madrasah Epicentrum” kepada Kabid Penmad Sulsel

oleh -198 x dibaca

DUA BOCCOE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kepala Madrasah (Kamad) MIN 4 Bone, Andi Asdar, menyerahkan buku karyanya berjudul “Madrasah Epicentrum” kepada Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (02/05/26).

Penyerahan buku tersebut dilaksanakan di Lapangan Madrasah Aliyah Negeri 2 Bone usai pelaksanaan upacara Hardiknas yang berlangsung khidmat dan diikuti oleh berbagai unsur pendidikan madrasah di Kabupaten Bone.

Secara langsung, Andi Asdar menyerahkan karya tulisnya sebagai bentuk kontribusi pemikiran dalam pengembangan pendidikan madrasah. Ia menjelaskan bahwa buku “Madrasah Epicentrum” menawarkan sebuah konsep yang dinilai cukup progresif dalam mengubah cara pandang para praktisi pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.

BACA JUGA:  SDI 12/79 Wollangi Laksanakan Program "Isi Piringku" Setiap Rabu

“Konsep ini mendorong penataan ulang posisi madrasah agar menjadi pusat peradaban pendidikan yang kolaboratif, bukan sekadar kompetitif,” ujar Andi Asdar.

Menurutnya, kondisi madrasah saat ini kerap terjebak dalam ilusi kompetisi yang kurang sehat, sehingga menghambat terbangunnya sinergi antar lembaga. Melalui gagasan Madrasah Epicentrum, ia mengajak seluruh elemen madrasah untuk memperkuat kolaborasi demi peningkatan mutu pendidikan secara bersama.

Sejak awal masa kepemimpinannya di MIN 4 Bone, Andi Asdar diketahui aktif menggaungkan konsep tersebut sebagai arah baru dalam pengelolaan madrasah. Ia berharap, ide yang dituangkan dalam bukunya dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi para pemangku kepentingan pendidikan madrasah, khususnya di Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:  Mahasiswa UNIM Bone Lakukan Penyuluhan di Desa Tappale mengenai Pemanfaatan Duo Bio Kombinasi Daun Gamal sebagai Biofertilizer Ramah Lingkungan

Momentum Hardiknas pun dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkenalkan gagasan tersebut kepada publik, sekaligus mempertegas komitmen dalam memajukan pendidikan madrasah yang lebih inklusif dan berorientasi pada kolaborasi.  (Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.