Sang Perintis Pendidikan Bone Berpulang, Dr. Andi Sudirman Tinggalkan Warisan Kampus Universitas Andi Sudirman

oleh -151 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Kampus Universitas Andi Sudirman tengah diselimuti suasana duka mendalam atas wafatnya Dr. Andi Sudirman Pacinongi Petta Lolo, SH., MH., M.Si, sosok yang dikenal sebagai perintis sekaligus penggagas hadirnya perguruan tinggi tersebut di Kabupaten Bone.

Almarhum menghembuskan napas terakhir di Siloam Hospitals Makassar pada Rabu (29/4/2026) pukul 10.25 WITA. Ia tutup usia di umur 63 tahun dan kemudian dimakamkan di halaman Kampus Universitas Andi Sudirman, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi besarnya bagi dunia pendidikan di Bone.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Watampone, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si, jajaran kampus, mitra kerja, serta keluarga besar almarhum.

Semasa hidupnya, Dr. Andi Sudirman dikenal tidak hanya sebagai aparatur sipil negara yang pernah mengabdi di lingkungan Pengadilan Negeri Watampone sebagai Panitera Pengganti, tetapi juga sebagai figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan pendidikan di daerah.

BACA JUGA:  Polres Bone Gelar Bazar Ramadan Polri Presisi dan Baksos Bhayangkari 2025

Perjalanan panjang pengabdiannya menjadi bagian penting dari lahirnya kampus yang kini dikenal sebagai Universitas Andi Sudirman. Dari sebuah gagasan sederhana, ia berhasil mewujudkan institusi pendidikan tinggi yang memberi akses luas bagi generasi muda Bone dan sekitarnya.

Sebelum bertransformasi menjadi universitas, lembaga pendidikan ini lebih dulu dikenal sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pengayoman Watampone. Kampus awalnya berlokasi di Jalan MH. Thamrin, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, dengan memanfaatkan gedung rumah dinas Pengadilan Negeri Watampone yang saat itu berstatus pinjam pakai.

BACA JUGA:  Bupati Bone-Bapanas RI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Pangan Pasca Lebaran

Pada masa awal pendiriannya, kampus ini memiliki tiga program studi, yakni Ilmu Hukum, DIII Keperawatan, dan DIII Kebidanan. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat pengembangan pendidikan terus digerakkan oleh almarhum bersama para pendiri lainnya.

Seiring waktu, upaya tersebut membuahkan hasil. Kampus kemudian berhasil memiliki gedung sendiri di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, yang kini menjadi pusat kegiatan akademik Universitas Andi Sudirman.

Di bawah fondasi yang dibangun almarhum, Universitas Andi Sudirman kini berkembang dengan dua fakultas utama. Fakultas Hukum dan Politik menaungi Program Studi Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, sementara Fakultas Sains dan Kesehatan menaungi S1 Biologi, S1 Agroteknologi, S1 Administrasi Kesehatan, DIII Keperawatan, dan DIII Kebidanan bahkan juga dilengkapkan Pendidikan S2 Pascasarjana Ilmu Hukum.

BACA JUGA:  Umrah dari Bupati Bone untuk Penjaga Sejarah Hidup Eks Lapas Jl Merdeka 

Warisan pemikiran dan perjuangan Dr. Andi Sudirman menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kampus tersebut dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Kepergian Dr. Andi Sudirman meninggalkan duka mendalam, namun juga jejak pengabdian yang tidak akan hilang dari perjalanan pendidikan di Kabupaten Bone. Ia dikenang bukan hanya sebagai birokrat dan akademisi, tetapi juga sebagai perintis yang meletakkan dasar kuat bagi berdirinya institusi pendidikan tinggi yang kini terus berkembang. Doa dan penghormatan mengalir dari berbagai pihak, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi panjangnya dalam dunia pendidikan dan pelayanan publik. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.