BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan pasangan “BerAmal”, yakni Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, kembali memperoleh dukungan besar dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui program rehabilitasi jaringan irigasi dengan nilai fantastis mencapai Rp131,52 miliar.
Program strategis ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian Bone yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama saat musim kemarau. Bantuan tersebut mencakup rehabilitasi menyeluruh mulai dari bendungan, saluran primer, hingga saluran sekunder yang tersebar di sejumlah daerah irigasi.
Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., mengungkapkan bahwa proyek ini telah memasuki tahap kontrak dan siap dilaksanakan secara bertahap.
“Rehabilitasi jaringan irigasi ini sudah berkontrak. Ini mencakup beberapa daerah irigasi di Kabupaten Bone dan menjadi satu paket dengan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo dalam Paket 2,” ungkap Kasdar.
Program ini bersumber dari APBD dan direncanakan berjalan dalam rentang tahun anggaran 2025 hingga 2027, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertanian di Sulawesi Selatan.
Di Kabupaten Bone sendiri, sedikitnya delapan daerah irigasi akan menjadi sasaran pekerjaan, yaitu DI Unyi, DI Bengo, DI Jaling, DI Lalengrie, DI Lanca, DI Salomekko, DI Waru-Waru, serta DI Selli Coppobulu.
Jika dirinci, nilai pembangunan terbesar terdapat pada DI Waru-Waru yang mencapai lebih dari Rp58,3 miliar, disusul DI Lanca dan DI Bengo yang juga menyerap anggaran di atas Rp17 miliar. Sementara daerah irigasi lainnya tersebar dengan nilai bervariasi sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
Total keseluruhan paket pekerjaan di Kabupaten Bone tercatat sebesar Rp131.522.291.000, menjadikannya salah satu alokasi terbesar dalam program rehabilitasi irigasi di kawasan selatan Sulawesi Selatan.
Bagi pemerintah daerah, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat Bone.
Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang lebih baik, sektor pertanian diharapkan semakin stabil, petani lebih produktif, dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan secara signifikan. (Ag)









