KKG KKM MIN 7 Bone Bedah Modul Ajar Berbasis KBC

oleh -228 x dibaca

MACANANG, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 7 Bone menggelar pertemuan penting yang bertempat di Mappanyukki Food & Cafe. Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi para guru untuk memperdalam penyusunan perangkat pembelajaran terbaru, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diikuti delegasi guru dari madrasah anggota KKM MIN 7 Bone, yang meliputi MIN 7 Bone, MI Al-Amin Cabalu, MI Babul Ilmi Lemoape, MI Syamsu Rasyidi Majang, dan MI Al-Qurainiyah Nursyarifah. Turut hadir memberikan arahan, Pengawas MI, Muhammad Asse, Ketua KKKMI, H. Rahman, serta para Kepala Madrasah.

BACA JUGA:  Kamad MIN 4 Bone Ultimatum Jajarannya, Dorong Rekonsiliasi Adat dan Budaya di Puncak HJB Ke - 696

Inti pembahasan pertemuan KKG kali ini adalah melakukan bedah Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan penyusunan Modul Ajar. Menariknya, seluruh perangkat ini disusun dengan nafas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menyusun materi yang tidak hanya mengejar kognitif, tetapi juga menyentuh hati dan karakter murid.

Dalam sambutannya, Ketua KKM MIN 7 Bone, H. Husaing, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan. “Semoga hasil KKG ini membuahkan bukti nyata (outcome), khususnya dalam pembentukan akhlak mulia,” pesan Husaing.

BACA JUGA:  Hari Kedua SPMB SDIT Rabbani Bone Diserbu Pendaftar, Kuota Tersisa 22%

Selain masalah kurikulum, pertemuan ini juga membahas isu krusial seperti implementasi pendidikan inklusi di setiap madrasah dan langkah preventif guru dalam menghadapi bullying (perundungan) di media sosial yang kian berdampak pada psikologis peserta didik.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua KKKMI, H. Rahman juga mengapresiasi semangat para guru dan mengajak untuk selalu mendoakan kebaikan bagi murid-murid.

Sementara itu, Pengawas MI, Muhammad Asse, menutup dengan harapan agar hasil diskusi bedah perangkat ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran. (*/dar)

BACA JUGA:  Wisuda 651 Alumni, IAIN Bone Siap Menuju Universitas Islam Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.