MACANANG, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MIN 7 Bone menggelar pertemuan penting yang bertempat di Mappanyukki Food & Cafe. Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi para guru untuk memperdalam penyusunan perangkat pembelajaran terbaru, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini diikuti delegasi guru dari madrasah anggota KKM MIN 7 Bone, yang meliputi MIN 7 Bone, MI Al-Amin Cabalu, MI Babul Ilmi Lemoape, MI Syamsu Rasyidi Majang, dan MI Al-Qurainiyah Nursyarifah. Turut hadir memberikan arahan, Pengawas MI, Muhammad Asse, Ketua KKKMI, H. Rahman, serta para Kepala Madrasah.
Inti pembahasan pertemuan KKG kali ini adalah melakukan bedah Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan penyusunan Modul Ajar. Menariknya, seluruh perangkat ini disusun dengan nafas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menyusun materi yang tidak hanya mengejar kognitif, tetapi juga menyentuh hati dan karakter murid.
Dalam sambutannya, Ketua KKM MIN 7 Bone, H. Husaing, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan. “Semoga hasil KKG ini membuahkan bukti nyata (outcome), khususnya dalam pembentukan akhlak mulia,” pesan Husaing.
Selain masalah kurikulum, pertemuan ini juga membahas isu krusial seperti implementasi pendidikan inklusi di setiap madrasah dan langkah preventif guru dalam menghadapi bullying (perundungan) di media sosial yang kian berdampak pada psikologis peserta didik.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua KKKMI, H. Rahman juga mengapresiasi semangat para guru dan mengajak untuk selalu mendoakan kebaikan bagi murid-murid.
Sementara itu, Pengawas MI, Muhammad Asse, menutup dengan harapan agar hasil diskusi bedah perangkat ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten dalam proses pembelajaran. (*/dar)








