Bone, Dari Lumbung Pangan Nasional Menuju Daerah Berdaya Saing dan Berkelanjutan

oleh -74 x dibaca
Andi Tuti Suryani

Oleh : Andi Tuti Suryani, S.Pd, mahasiswi Pascasarjana Universitas Cahaya Prima Bone

KABUPATEN Bone sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah strategis di kawasan timur Indonesia. Dengan wilayah yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta masyarakat yang memiliki tradisi kerja keras. Bone tidak hanya menjadi bagian penting dalam sejarah Sulawesi Selatan, tetapi juga memiliki peran besar dalam pembangunan masa depan.

Selama bertahun-tahun, Bone dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama yang menopang ketahanan pangan di Sulawesi Selatan bahkan berkontribusi bagi kebutuhan nasional di Indonesia. Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Bone. Ribuan hektar sawah terbentang dari wilayah pesisir hingga dataran tinggi, dikelola oleh para petani yang menggantungkan hidup pada kesuburan tanah dan stabilitas musim. Kondisi ini menjadikan Bone bukan hanya penghasil beras, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi berbasis pertanian. Perputaran ekonomi masyarakat desa banyak bergantung pada sillus tanam dan panen.

Dengan kata lain, pertanian bukan sekedar sektor ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas sosial masyarakat Bone. Hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan pengolahan yang tepat, hasil-hasil pertanian Bone dapat menjadi produk bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Berbagai capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Bone dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa daerah ini tidak hanya bergerak maju di satu sektor, tetapi berkembang secara menyeluruh di berbagai bidang strategis. Mulai dari pertanian, pendidikan, infrastruktur, hingga investasi dan pengembangan sumber daya manusia, seluruhnya menjadi pondasi penting dalam mendorong transformasi daerah menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  BANK SYARIAH (6): MENCIPTAKAN PELUANG BARU BAGI INOVASI PEMBIAYAAN

Salah satu pencapaian yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Kabupaten Bone menempati peringkat ketiga produksi beras tingkat nasional. Prestasi ini menegaskan posisi Bone sebagai salah satu lumbung pangan penting di Indonesia. Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian juga terlihat dari pengadaan 2.180 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai anggaran mencapai Rp.206 miliar yang telah terdistribusi kepada masyarakat. Selain itu, penguatan infrastruktur pertanian melalui rehabilitasi jaringan irigasi yang meliputi saluran primer sepanjang 20 km, sekunder 19 km, dan tersier 184 km serta pembangunan irigasi air tanah di 9 titik dengan total anggaran Rp.214 miliar semakin memperkuat produktivitas pertanian di daerah ini.

Di bidang lingkungan hidup, Kabupaten Bone juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup RI dengan jumlah sekolah penerima terbanyak, yakni 15 sekolah. Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program lingkungan di sekolah, tetapi juga mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat Bone terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Perbaikan dan pembangunan jalan dilakukan secara masif melalui berbagai sumber pendanaan. Dari APBD Kabupaten Bone dikerjakan 11 ruas jalan sepanjang 17,35 km dengan anggaran Rp.75 miliar. Sementara dari APBN menjangkau 9 ruas jalan sepanjang 97,68 km dengan anggaran Rp.275 miliar, serta dari APBD Propinsi Sulsel mencakup 10 ruas sepanjang 203 km pada 23 ruas jalan dengan anggaran Rp.48 miliar. Secara keseluruhan, pembangunan jalan yang telah dikerjakan mencapai 296 km dengan total anggaran lebih dari Rp.960 miliar. Upaya ini tentu sangat penting untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  ASURANSI SYARIAH: MENYONGSONG MASA DEPAN PERLINDUNGAN KEUANGAN BERBASIS NILAI

Di sektor pendidikan, komitmen pemerintah daerah juga terlihat melalui rehabilitasi 242 unit sekolah yang didanai dari program revitalisasi APBN dan APBD Kabupaten Bone dengan total anggaran Rp.66 miliar. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan sekolahg seragam sekolah bagi 20 ribu murid SD dan pelajar SMP dengan anggaran Rp.4.2 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan yang merata. Tidak hanya itu, pembangunan sekolah rakyat untuk anak-anak kurang mampu dengan anggaran Rp.230 miliar menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan pembebasan lahan seluar 20 hektar untuk pembangunan sekolah unggulan di masa depan.

Transformasi ekonomi daerah juga didorong melalui investasi strategis. Salah satunya adalah hilirisasi peternakan ayam terintegrasi di Kecamatan Ponre dengan nilai investasi sekitar Rp.1,9 triliun. Investasi ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah.

Kemajuan konektivitas wilayah juga ditandai dengan dibukanya penerbangan dari Bone menuju Makassar, Balikpapan, Kendari, dan Morowali menggunakan pesawat ATR 72 Fly Jaya. Selain itu, rencana perluasan bandara di Kecamatan Awangpone seluas 20 hektar juga tengah diproses untuk meningkatkan akses transportasi udara dan mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi.

Di sektor maritim dan industri, pembangunan pelabuhan umum dan kontainer di Kecamatan Tonra oleh PT. AAS Gemilang Mandiri dengan investasi sekitar Rp.1 trilyun menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas logistik dan perdagangan. Sementara itu, rencana investasi pembangunan intake dan pengolahan air bersih pleh PT Biosant Tirta Lestari senilai Rp.200 miliar akan mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

BACA JUGA:  KUNJUNGAN PRESIDEN KE CINA, POLITIK LUAR NEGERI KIAN TERSANDERA

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini ditunjukkan dengan pengangkatan 4.411 PPPK paruh waktu yang memberikan peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, berbagai program sosial dan ekonomi juga telah menunjukkan dampak positif, termasuk keberhasilan menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,13 persen, serta pertumbuhan ekonomi sebesar 6,15 persen pada triwulan III tahun 2025. Di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Kabupaten Bone juga berhasil menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Program makan bergizi gratis yang dijalankan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru yang berdampak pada penurunan angka pengangguran.

Seluruh capaian tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Bone tengah berada pada jalur pembangunan yang progresif. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah propinsi serta dukungan masyarakat dan investor menjadi kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah.

Ke depan, tantangan tentu masih ada. Namun dengan fondasi pembangunan yang kuat, visi yang jelas, serta komitmen bersama untuk terus berinovasi. Kabupaten Bone memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.