Kamad MIN 4 Bone Ultimatum Jajarannya, Dorong Rekonsiliasi Adat dan Budaya di Puncak HJB Ke – 696

oleh -152 x dibaca

DUA BOCCOE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Bone Kecamatan Dua Boccoe kabupaten Bone, Andi Asdar, memberikan ultimatum kepada seluruh jajarannya untuk menjadikan momentum Hari Jadi Bone ke-696 sebagai titik balik rekonsiliasi adat dan budaya masyarakat Kabupaten Bone.

Dalam keterangannya, Andi Asdar menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Bone tahun ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus menjadi fondasi dalam menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang mulai memudar di tengah arus globalisasi.

“Hari Jadi Bone tahun ini harus dijadikan sebagai pondasi arah balik rekonsiliasi adat dan budaya kearifan lokal masyarakat Bone,” ujarnya, Senin (06/04/26).

BACA JUGA:  UPT SD Negeri 42 Waetuwo Gelar Karya P5 Bertema Market Day, Warga Antusias Hadiri Pagelaran

Ia menyoroti pesatnya perkembangan revolusi teknologi dan informasi yang membawa dampak signifikan terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Menurutnya, kondisi saat ini tidak lagi sekadar menunjukkan terkikisnya nilai budaya, tetapi sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

“Nilai-nilai budaya dan adat generasi di negeri kita saat ini bukan lagi terkikis, tapi sudah hampir punah. Sebagian mereka bahkan memandang pagelaran budaya lokal sebagai sesuatu yang asing dan aneh,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai fenomena tersebut sebagai ironi, di mana generasi muda justru lebih mengenal dan menghafal budaya luar dibandingkan budaya daerahnya sendiri. Hal ini, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama, khususnya para pendidik, untuk segera mengambil langkah konkret.

BACA JUGA:  "Oppo", H. Muhammad Jafar Kembali Dilantik Jadi Rektor UNIM Bone

Andi Asdar pun menegaskan bahwa momentum HJB Ke-696 harus dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal agar tetap lestari.

“Sudah waktunya melalui HJB kita menumbuhkan kembali pemahaman mereka terhadap nilai-nilai dan budaya, agar tetap bisa lestari. Generasi yang kita dambakan adalah generasi yang mencintai kebudayaannya sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran MIN 4 Bone untuk berperan aktif dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pendidikan, sehingga sekolah dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya daerah. (Tamzil)

BACA JUGA:  Mahasiswa IAIN Bone Gelar Observasi Di MI Arrahman Pajekko 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.