Harga Sembako Melonjak Jelang Idulfitri 1447 H, Aktivitas Pasar di Bone Kian Padat

oleh -74 x dibaca
Suasana Pasar di Kota Watampone terpantau ramai sejak pagi hingga sore hari.

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Bone mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk berbelanja lebih awal di tengah lonjakan harga yang terus merangkak naik.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, harga komoditas utama seperti kentang kini mencapai Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, cabai besar dan cabai hijau masing-masing dijual Rp40.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan bawang merah menyentuh Rp50.000 per kilogram.

BACA JUGA:  Percepat Pengerjaan Karyawan, PG Camming Kepras Sisa Tebu Gunakan Mesin Pemotong Rumput

Kenaikan juga terjadi pada komoditas protein. Harga telur ayam ras tercatat Rp60.000 per rak, sedangkan telur bebek Rp75.000 per rak. Untuk daging sapi, harga naik dari sebelumnya Rp130.000 menjadi Rp140.000 per kilogram.

Di sektor unggas, harga ayam potong mengalami lonjakan dari kisaran Rp35.000–Rp40.000 per ekor menjadi Rp55.000 per ekor. Ayam broiler kini dijual antara Rp70.000 hingga Rp75.000 per ekor, sementara ayam kampung mencapai Rp100.000 hingga Rp120.000 per ekor.

Salah seorang pengunjung pasar, Andi Ningsih, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Lebaran. Hal senada disampaikan Wati, seorang ibu rumah tangga, yang mengaku tetap membeli daging sapi meski harganya meningkat.

BACA JUGA:  BNI Melakukan Gebrakan di Kab.Bone

“Menjelang Lebaran, harga kebutuhan pokok memang biasanya naik seperti sekarang ini,” ujarnya.

Meski dihadapkan pada kenaikan harga, antusiasme masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan hari raya tetap tinggi. Aktivitas pasar terpantau ramai sejak pagi hingga sore hari, mencerminkan semangat masyarakat dalam menyambut Idulfitri.

Kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga secara bijak, sekaligus harapan agar stabilitas harga dapat terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan lebih tenang.(Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.