Pemdes Pattimpa dan Mattampae Gelar Acara Tudang Sipulung

oleh -448 x dibaca

PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pemerintah Desa (Pemdes) Pattimpa bersama Desa Mattampae Kecamatan Ponre Kabupaten Bone serta para petani kembali menggelar adat tradisional “Tudang Sipulung” yang dipusatkan di Dusun Kampung Baru Desa Pattimpa pada Ahad, 15 Februari 2026.

Dalam acara ini dihadiri langsung oleh Tripika Ponre, Kepala BPP Ponre, Kades se Kecamatan Ponre, Ketua Kelompok Tani, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan warga dari dua desa yang menjadi penyelenggara kegiatan.

Dalam keterangan yang diperoleh bahwa, Tudang Sipulung tersebut merupakan tradisi adat yang rutin dilakukan setiap tahunnya dengan berkumpul para petani dan pemangku kebijakan dalam rangka berdiskusi terkait dengan jadwal tanam dan berbagi pengetahuan sebelum memulai menggarap sawahnya periode mendatang. Hal ini juga sebagai penetapan mengenai teknik bercocok tanam, pengolahan lahan, dan penggunaan teknologi dari pertanian yang disinergikan dengan tradisi adat yaitu dalam versi Bugis Pappananrang.

BACA JUGA:  Polsek Awangpone Turut Serta Dalam Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Kading

Yasri, SE selaku Kades Pattimpa menyampaikan bahwa acara Tudang Sipulung ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi para petani.

“Melalui Tudang Sipulung ini, kita dapat bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang kita hadapi, seperti serangan hama dan perubahan iklim dan cuaca dan saya mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran kita semua karena baru kali ini acara tudang sipulung kita lakukan dihadiri kurang lebih 500 warga yang hadir dan ini merupakan moment terbaik khususnya para para petani untuk mengawali turun sawah nantinya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Penyaluran BLT-DD TA 2023 Desa Watu

Lanjut, Yasri, dengan adanya acara seperti Tudang Sipulung ini, diharapkan para petani agar dapat terus berinovasi dan bekerja sama untuk menghadapi tantangan pertanian di masa depan. “Dukungan dari pemerintah dan penyuluh pertanian juga sangat diharapkan agar sektor pertanian padi akan semakin berkembang dan para petani bisa sejahtera,” ungkapnya.

Adapun hasil jadwal turun sawah untuk tahun ini yang disepaki bersama yaitu akhir Maret dan paling lambat awal April 2026 dengan tetap melihat kondisi curah hujan. (AR.7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.