KML Pramuka Bone 2026: Cetak Pembina Profesional, Perkuat Gugus Depan Berkarakter

oleh -83 x dibaca

TANETE RIATTANG TIMUR, TRIBUNBONEONLINE.COM–Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Bone bekerja sama dengan Kwartir Ranting Tanete Riattang Timur dan Pusdiklatcab Bone menggelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) Golongan Penggalang. Kegiatan tersebut dipusatkan di UPT SMP Negeri 3 Watampone, wilayah Kwartir Ranting Tanete Riattang Timur, selama tujuh hari, 9–15 Februari 2026, dengan total durasi pembelajaran 70 jam.

Dengan mengusung tema, “Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana”, kursus ini diikuti 41 peserta utusan dari sejumlah kecamatan se-Kabupaten Bone. Peserta terdiri atas 18 perempuan dan 23 laki-laki yang berasal dari unsur kepala sekolah dan guru pembina Pramuka di berbagai sekolah.

BACA JUGA:  Wajib Pajak ramai datangi Kantor Pajak untuk aktivasi akun Coretax

Ketua Panitia, Andi Sugiana, S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pembina di gugus depan (Gudep) agar mampu mengelola dan mengembangkan kegiatan kepramukaan secara profesional dan berkelanjutan.

“Kursus ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepramukaan kepada para pembina di gugus depan. Ilmu yang diperoleh nantinya akan diimplementasikan di sekolah masing-masing untuk diterapkan kepada murid-murid dan para pelajar,” ujar Andi Sugiana.

Sebagai tuan rumah, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang guna memastikan proses pelatihan berjalan efektif dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

BACA JUGA:  Pekerjaan Mulia di Balik Pelayanan, Bupati Bone Ajak Cleaning Service dan Sopir Duduk Satu Meja

Materi yang diberikan dalam KML ini mencakup orientasi kursus, dinamika kelompok, fundamental gerakan Pramuka, problematika dan strategi pengelolaan gugus depan, organisasi dan administrasi Gudep, hingga penyusunan program kerja. Selain itu, peserta juga dibekali materi teknis seperti pencapaian SKU, SKK, dan SPG, ragam keterampilan Pramuka Penggalang, penyusunan rencana serta media pembinaan, manajemen risiko, tata laksana perkemahan dan api unggun, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.

Dengan kurikulum yang komprehensif tersebut, KML diharapkan tidak sekadar menjadi forum peningkatan kompetensi, tetapi juga ruang konsolidasi gerakan untuk melahirkan pembina yang visioner, adaptif, dan berintegritas.

BACA JUGA:  Melalui Kerjasama Yayasan Beskar, NLR Indonesia Gelar Rapat Koordinasi Penguatan Forum Pemerhati Kusta dan Disabilitas Tingkat Kabupaten Bone

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kwartir Cabang Bone dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membina generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa kebangsaan. (Sugi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.