BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Bupati Bone,H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, M.M menghadiri acara Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi bersama-sama Direktur Managemen Resiko PT Sinergi Gula Nusantara, Muh Fakhrur Rozi, di Perkebunan PTPN Dusun Dekko Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Jumat (6/2) sore.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian bersama BPI Danantara untuk membangun ekosistem perunggasan terpadu dari hulu hingga hilir. Di atas lahan 12 hektar diproyeksikan sebagai salah satu lumbung bibit ayam Grand Parent Stock (GPS) untuk menghasilkan Day Old Chick (DOC) broiler dan slayer/petelur berkualitas dan pusat industri ayam terpadu di Sulawesi Selatan.
Langkah ini sekaligus bagian dari program “Mandiri Protein di Setiap Provinsi” yang dicanangkan Presiden Prabowo melalui Kementerian Pertanian. Sedangkan, Danantara menggandeng Holding Perkebunan Nusantara (HPN) melalui PTPN sebagai anak usaha yang memiliki aset dan sumber daya linier.
Kabupaten Bone terpilih menjadi tempat didirikannya industri ayam terintegrasi ini untuk di wilayah Sulawesi Selatan, beserta lima daerah lainnya meliputi di wilayah Provinsi Lampung, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur dan Jawa Timur.
Khusus di Kecamatan Ponre, merupakan bagian dari proyek strategis nasional senilai Rp 20 triliun ini juga untuk memperkuat rantai pasok perunggasan, mencakup penyediaan bibit (broiler/slayer), pakan, hingga pengolahan.
Program ini didorong oleh BPI Danantara dan Berdikari untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komponen Terintegrasi dari proyek ini mencakup seluruh rantai nilai Hulu: Kandang Grand Parent Stock (GPS) untuk menghasilkan Day Old Chick (DOC) broiler dan slayer/petelur berkualitas; Pakan: Penyediaan pakan ternak; Kesehatan Hewan: Pabrik vaksin dan obat peternakan yang mendukung produktivitas dan pengendalian penyakit; Hilir: Rumah potong dan pengolahan hasil.
Seremonial ditandai dengan penekanan sirine secara bersama-sama melalui sambungan langsung serentak dari enam lokasi. Serta peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan.
Program ini bertujuan melengkapi ekosistem produksi pangan di seluruh Indonesia menjadi salah satu pilar penting ketahanan pangan nasional. Serta, bermanfaat di bidang Ketahanan Pangan lantaran mendukung suplai protein hewani nasional. Tak ketinggalan, memberikan kepastian usaha bagi peternak rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi desa.
Penulis: Amry Amas









