LAPPARIAJA, TRIBUNBONEONLINE.COM –Pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Lappariaja, Kabupaten Bone, Senin (19/1/2026), dikeluhkan sejumlah pasien. Antrean yang padat dan proses administrasi yang berjalan lamban memicu insiden kecil di meja pelayanan.
Sejumlah pasien mengaku telah menunggu sejak pagi hari. Namun hingga menjelang pukul 12.00 Wita, mereka belum sepenuhnya mendapatkan penanganan, baik pelayanan administrasi maupun pemeriksaan kesehatan. Kondisi tersebut membuat suasana pelayanan sempat berlangsung kurang kondusif.
Salah seorang pasien, Firdaus, warga Desa Patangkai, terlibat adu argumen dengan petugas di meja pelayanan. Ia menyampaikan kekecewaannya lantaran lamanya waktu menunggu tanpa kepastian penanganan.
“Dari pagi kami sudah menunggu, tapi sampai siang belum jelas juga. Kami hanya ingin dilayani,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Nurhaedah, warga Desa Samaenre, yang memilih pulang dan tidak melanjutkan pengobatan. Menurutnya, antrean yang panjang dan pelayanan yang tidak kunjung berjalan membuatnya tidak sanggup menunggu lebih lama.
Di tempat terpisah, Yani, pasien yang mengaku pernah beberapa kali berobat di puskesmas tersebut, menilai pelayanan administrasi terkesan kurang ramah.
“Rasanya seperti diinterogasi, bukan dilayani. Ini puskesmas atau kantor polsek?” ungkapnya dengan nada kecewa.
Para pasien berharap pihak puskesmas dapat melakukan pembenahan, khususnya dalam pengelolaan antrean dan sikap pelayanan di meja administrasi, agar masyarakat merasa nyaman saat mengakses layanan kesehatan.
Kepala Puskesmas (Kapus) Lappariaja, Elpo Fathurrahman, SKM ketika dikonfirmasi menjelaskan, pelayanan kami sudah berbasis online dan melayani secara berurutan sesuai sistem aplikasi, dan fasien tersebut merasa di dahului oleh fasien lainnya, padahal tidak sama sekali. Di samping itu, juga melayani off line.
Ditambahkan, pada bagian pendaftaran, petugas kami melakukan scraining kesehatan sesuai SOP di puskesmas dan dilayani oleh tiga operator demi membantu memperlancar pelayanan, namun pasien kadang merasa diinterogasi dan kami menyadari terkadang mau langsung dilayani dan diperiksa oleh dokter.
“Kami menyadari, mungkin ada staf yang masih belum memuaskan dalam memberikan pelayanan, kami akan tetap melakukan pembinaan,” ungkap Kapus Lappariaja.
Penulis : Affandy







