Tinggalkan Praktik Ilegal, Beralih Kelola Pasar Malam

oleh -321 x dibaca

KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM– Malang melintang di dunia hitam dan melanglang buana di perantauan menjadi bagian dari perjalanan panjang hidup Karaeng Coy, sosok yang kini dikenal sebagai pengurus Ormas Legend Kiwal Bone. Namun, Ahad (21/12/2025), saat ditemui bercerita, kini ia memilih membuka lembaran baru dengan meninggalkan praktik ilegal dan menapaki jalan yang lebih bermakna.

Karaeng Coy dengan nada tenang menuturkan keputusannya untuk beralih mengelola pasar malam, memberdayakan pedagang kecil UMKM, wahana permainan, hingga ketangkasan rakyat. Pilihan itu bukan datang tiba-tiba, melainkan lahir dari refleksi panjang atas perjalanan hidupnya di perantauan.

BACA JUGA:  Lantik 32 PTPS, Begini Harapan Ketua Panwascam Ponre

Saat ini, ia bersama rekan-rekannya sedang menggelar pasar malam di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Kegiatan tersebut menjadi ruang ekonomi rakyat sekaligus hiburan keluarga yang terbuka bagi masyarakat sekitar.

“Saya sudah terlalu jauh melangkah di jalan yang salah. Sekarang saya ingin hidup tenang, cari rezeki yang halal, dan bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, pasar malam bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga ruang penghidupan bagi masyarakat kecil. Puluhan pedagang menggantungkan penghasilan dari lapak sederhana, mulai dari kuliner, mainan anak-anak, hingga wahana hiburan keluarga.

BACA JUGA:  Puskesmas Barebbo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di MI Arrahman Pajekko

Tak hanya fokus pada usaha, Karaeng Coy juga kerap terlibat dalam kegiatan sosial, membantu warga yang membutuhkan serta ikut berkontribusi dalam pembangunan ketika memiliki rezeki lebih. Ia menyadari, perubahan tidak cukup hanya dengan niat, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Masa lalu biarlah jadi pelajaran. Yang penting sekarang dan ke depan, bagaimana kita bisa berguna,” tambahnya.

Kisah Karaeng Coy menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak atas kesempatan kedua. Di tengah stigma dan prasangka, langkahnya meninggalkan dunia gelap dan memilih memberdayakan UMKM melalui pasar malam menjadi bukti bahwa hidup tak pernah terlambat untuk diperbaiki.

BACA JUGA:  Menjelang Pelaksanaan KSM Tingkat Kabupaten Tahun 2024, 2 Murid MI Arrahman Pajekko ikuti Uji Coba KSM

Penulis : Affandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.