Keadilan Gender dalam Fiqih Mawaris Jadi Fokus Pengajian Rutin LPPA dan FKIP UM Bone

oleh -448 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) PDA Bone bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (UM) Bone menggelar pengajian rutin pada Jumat, 19 Desember 2025. Bertempat di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Bone, kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WITA ini menjadi ruang diskusi hangat bagi akademisi dan kader Aisyiyah dalam mendalami hukum Islam yang kontekstual.

Hadir sebagai moderator Dr. Nurmi, S.Pd.,M.Pd. dan pemateri utama, Prof. Dr. Asni Zubair, S.Ag., M.Hi., merupakan Ketua Majelis Tabligh PDA Kabupaten Bone membawakan tema sentral bertajuk “Keadilan Gender dalam Fiqih Mawaris: Pembagian Hak Waris Laki-laki dan Perempuan”. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pembagian waris dalam Islam tidak sekadar soal angka, melainkan wujud keadilan yang memperhatikan tanggung jawab sosial dan nafkah dalam keluarga, sehingga tidak boleh dipahami secara tekstual semata tanpa melihat filosofi hukumnya.

BACA JUGA:  Pertama di Kabupaten Bone, Universitas Muhammadiyah Bone Launching Maskot PMB “MAPASI”: Simbol Karakter, Pendidikan, dan Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Bone. Murniati, S.Ag., M.Pd. selaku Ketua PDA Bone, hadir didampingi oleh Sekretaris PDA, Hj. Sutra, S.Ag., M.Pd. Dan dihadiri pula Ketua Komunitas Aisyiyah UM Bone Hj. Usmayanti beserta ibu-ibu komunitas Aisyiyah. Kehadiran tokoh-tokoh sentral ini memberikan dukungan moril sekaligus mempertegas komitmen Aisyiyah dalam mencerdaskan umat melalui pemahaman fikih yang moderat dan berkeadilan.

Antusiasme peserta terlihat jelas dari penuhnya shaf masjid oleh ibu-ibu komunitas Aisyiyah serta para dosen, staf dan mahasiswa mahasiswi FKIP Universitas Muhammadiyah Bone. Diskusi berlangsung interaktif saat Prof. Asni membedah kasus-kasus nyata yang sering terjadi di masyarakat terkait sengketa waris. Para mahasiswa tampak proaktif mengajukan pertanyaan kritis mengenai implementasi hukum waris di era modern yang kini banyak dipengaruhi oleh dinamika kesetaraan gender.

BACA JUGA:  Mahasiswa UNIM Bone Lolos Pendanaan PKM 8 Bidang dengan Inovasi: Limbah Jerami Jagung dan Jerami Kacang Tanah Menjadi Pakan Silase

Ketua LPPA sekaligus Dekan FKIP UM Bone Dr. Andi Suwarni, S.Pd.,M.Hum. menyatakan bahwa kolaborasi antara LPPA dengan Majelis Tabligh PDA Kabupaten Bone dan FKIP UM Bone ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam lingkungan kampus. Selain sebagai wadah silaturahmi, pengajian ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan wawasan keislaman yang kuat, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki pijakan nilai yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat.

Acara ditutup dengan pemberian Sertifikat Penghargaan dari Ketua LPPA Dr. Andi Suwarni kepada Prof. Asni Zubair dan sesi foto sebagai simbol ukhuwah antara pimpinan daerah, dosen, staf dan mahasiswa. Melalui momentum ini, Ketua LPPA dan juga Dekan FKIP UM Bone berharap edukasi mengenai fiqih mawaris dapat meminimalisir konflik keluarga di masa depan dan memperkuat posisi perempuan dalam mendapatkan hak-hak hukumnya sesuai tuntunan syariat yang inklusif. (*)

BACA JUGA:  Muhammad Azka Zakaria,Murid Ketujuh SD Hafizh Al-Qurbah Bone Khatam Qur'an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.