Murid MIN 8 Bone Belajar Empati Lewat Doa dan Surat

oleh -626 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Penanaman karakter kepedulian dan empati sejak dini kembali ditunjukkan dalam proses pembelajaran di kelas V.B MIN 8 Bone. Melalui kegiatan sederhana namun sarat nilai, wali kelas V.B Andi Hamrianto berhasil menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menekankan sisi akademik, tetapi juga penguatan karakter mulia.

Salah seorang rang murid , Muh. Farid Athallah, diketahui sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Athallah nama sapaannya harus beristirahat total sehingga belum dapat mengikuti pembelajaran seperti biasa. Mengetahui kondisi tersebut, Andi Hamrianto mengajak seluruh murid untuk menunjukkan kepedulian kepada teman mereka melalui cara yang penuh makna. Senin, (17/11/2025).

BACA JUGA:  UPT SD Negeri 11 Watampone Laksanakan Pembiasaan Makan Sehat di Awal Bulan

Dalam suasana kelas yang haru dan hangat, beliau memimpin para murid untuk melantunkan sholawat sebagai doa bersama agar Athallah segera diberikan kesembuhan. Momen ini tidak hanya memperkuat spiritualitas murid, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan kasih sayang antar sesama.

Setelah itu, Andi Hamrianto membimbing seluruh murid menuliskan surat dukungan dan penyemangat untuk Athallah. Surat-surat tersebut berisi doa, harapan, serta ungkapan rindu dari teman-temannya. Salah seorang murid , Andi Azizah Humairah Akbar dkk menulis surat yang sangat menyentuh sebagai wujud perhatian dan empati kepada sahabatnya.

BACA JUGA:  Kolaborasi Brimob Bone, Kodim 1407/Bone dan Baznas Bedah Rumah Warga Tidak Mampu

“Kami ingin murid -murid belajar bahwa peduli kepada sesama adalah bagian penting dari karakter. Teman itu keluarga di sekolah, dan ketika satu di antara mereka sakit, kita mendoakan serta memberikan semangat,” ucap Andi Hamrianto.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi teladan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui tindakan sederhana namun berdampak besar. MIN 8 Bone terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang bukan hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk hati yang lembut, peka, dan penuh empati.

Semoga Muh. Farid Athallah segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali mengikuti pembelajaran serta berkumpul bersama teman-temannya di kelas V.B. (Tamzil/A. Anto)

BACA JUGA:  Tutup Kemah LKPP Kwarran Tanete Riattang, Andi Zainal Wahyudi : Saya Siap Mewakafkan Diri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.