Sepekan di Bone, Kajari Fokus Konsolidasi dan Penguatan Layanan Publik

oleh -1,093 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Baru sepekan bertugas di Kabupaten Bone, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, Mulyadi, SH., MH., menunjukkan komitmen kuat untuk bekerja profesional dan proporsional sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Panduan kita sudah ada, jadi tidak akan lari dari SOP. Saya ditugaskan di Bone, dan saya pasti akan mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Daerah Bone, karena itu sudah menjadi garis kebijakan dari pusat. Prinsip saya sederhana: bekerja saja,” ujar Mulyadi, saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kejari Bone, Kamis, (13/11/2025).

BACA JUGA:  Iwan Hammer: Selamat dan Sukses Pasangan Andalan Hati dan Beramal Terpilih Jadi Gubernur dan Wagub Sulsel Serta Bupati dan Wabup Bone 2024-2029

Langkah awal Mulyadi di Bone dimulai dengan pembenahan internal organisasi. Ia ingin memastikan seluruh jajaran Kejari Bone memahami peran dan kekuatan masing-masing sebelum melangkah ke strategi penegakan hukum berikutnya. “Saya benahi internal dulu. Harus tahu kekuatan kita seperti apa, mengingat wilayah Kabupaten Bone cukup luas,” tambahnya.

Sebelum bertugas di Bone, Mulyadi dikenal sebagai pejabat yang berpengalaman di berbagai wilayah. Ia sebelumnya berdinas di Kejaksaan Agung, pernah menjabat sebagai Kepala Seksi di Gorontalo, dan juga bertugas di Kalimantan Timur menangani kasus Tindak Pidana Korupsi. Penugasan di Sulawesi Selatan ini menjadi pengalaman pertamanya di provinsi tersebut.

BACA JUGA:  Bone Beri Ruang Pemuda, Dari Gagasan ke Aksi Membangun Daerah

Memasuki bulan Desember mendatang, Mulyadi juga menyiapkan program edukasi anti korupsi yang menyasar generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMP di Kabupaten Bone. “Menyambut Hari Anti Korupsi, kami akan menggelar lomba cerdas cermat di tingkat SMP. Kita bina sekolah-sekolah di Bone agar nilai-nilai kejujuran dan antikorupsi tertanam sejak dini. Biasanya kegiatan hanya bagi-bagi stiker, tapi tidak berdampak. Kali ini, kita ingin ada pembinaan langsung,” jelasnya.

Tak berhenti di sana, Mulyadi juga menunjukkan perhatian terhadap pelayanan bagi saksi di pengadilan. Ia berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Watampone untuk menyiapkan ruang khusus yang lebih nyaman bagi saksi. “Saya sudah koordinasi dengan Ketua Pengadilan supaya ada bentuk layanan yang nyaman bagi saksi, dan beliau merespons positif. Ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan yang humanis,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Tradisi Tetap Terjaga, Jemaah Haji Perempuan Asal Bone Tampil Anggun dengan Busana Khas Saat Kepulangan Kloter 06 UPG

Dengan visi kerja yang sistematis dan humanis, Mulyadi datang ke Bone bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk membangun kesadaran hukum dan budaya integritas di tengah masyarakat. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.