Ayah

oleh -2,939 x dibaca

Penulis Ir. Andi Muhammad Jufri, UH, M, Si, Staf Ahli Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

———————————

15 Juni 2025, Minggu malam. Daffa & Fiora, menyajikan kue spesial. Putra dan Putri saya tersebut membisikkan ke telinga bahwa hari adalah Hari Ayah Sedunia (World Father’s Day).

Peristiwa ini membangkitkan kenangan terhadap almarhum ayahanda, yang telah wafat 2 tahun lalu. Peran Ayah terasa setelah berkeluarga. Segala ucap dan laku Ayah, begitu banyak membangkitkan imaginasi semangat hidup.

Profesi Ayahanda sebagai guru dan pimpinan sekolah, telah membawa suasana belajar yang menggembirakan di lingkungan rumah dan masyarakat. Belajar ilmu dan ketrampilan hidup. Belajar bersosial dan berinteraksi sesama. Belajar memikirkan lingkungan. Belajar inovasi dan kreatif.

Tapi paling penting bagi kami sebagai Putra putri Ayahanda, adalah adanya ruang kebebasan berekspresi sesuai dengan kearifan lokal dan lingkungan masyarakat.

BACA JUGA:  Pendidikan Awal Kanak-Kanak: Mendukung Anak Pekerja Migran di Malaysia

Pembelajaran penting kami dapatkan dan terasakan pentingnya peran Ayah adalah ketika menginjak usia dewasa dan tentu saja setelah berkeluarga dan menjadi Ayah juga. Philosophy hidup sebagai Ayah menemui makna sebenarnya. Bukan hanya ilmu atau ketrampilan, tetapi menjalani langsung, merasakan dinamika, kegembiraan dalam suka dan duka, pemahaman dan pendewasaan hidup yang semakin bermakna.

7 Juli 2025, Kakak kedua, kembali kepada-Nya, san dimakamkan siang hari ini, 8 Juli 2025. Kakak saya, memiliki beberapa Putra dan putri. Segala kondisi kakak (Ayah mereka) dishare digroup WA keluarga.

Saya mengamati dan mendengar doa dan kata cinta dan rasa sayang Putra putrinya kepada Ayahandanya. Disalah satu postingan, salah satu putrinya menyampaikan foto dan Video bersama Ayahandanya ketika hidup. Sebuah kalimat “kenagan yang mendalam” tertulis dikiriman foto itu.

BACA JUGA:  BANK SYARIAH (2): SOLUSI PEMBIAYAAN SYARIAH UNTUK USAHA MIKRO DAN KECIL

Kakak saya, yang ketiga, menimpali kiriman foto dan kalimat tersebut ” ikhlaskan nak”. Saya juga turun menambahkan ” simpan dokumentasi foto dan Video Ayahanda nak, jadikan kenangan yang memberi pembelajaran bersama, bagaimana Ayah begitu mencintai Putra putrinya dengan ketekunan dalam segala hal, yang kadang penuh canda dan sekali-kali suara biasa terdengar tinggi. Tapi pahamlah bahwa semua ucap dan gerak sang Ayah adalah karena dorongan cinta dan kasih sayangnya kepada Putra putrinya”.

Selamat Hari Ayah Sedunia 15 Juni 2024

Bagi teman yang masih punya Ayah, semoga kita bisa mencintai dan mendukung Ayah.

BACA JUGA:  MAKNA SOSIAL DI BALIK FIDYAH: IBADAH, EMPATI, DAN KEPEDULIAN

Bagi teman yang kini menjadi Ayah, selamat menikmati dan menjalani peran Ayah dengan penuh kegembiraan. Bangun kerjasama dengan Istri tercinta untuk membangun keluarga yang tangguh, menyenangkan, ramah, dan penuh kegembiraan.

Bagi teman yang menjadi calon Ayah, siapkan diri dengan melihat kebaikan Ayah selama ini. Cintai dan sayangi Ayah kalian. Pantulannya akan melembutkan hati menyayangi Putra putri kita nantinya.

Oh ya, doa Putra dan putri sang Ayah, perlu terus dilantunkan menjadi syair munajat disetiap hari dan keheningan malam. Sambung rasa dan kenangan indah ketika Ayah masih hidup atau telah dipanggil oleh-Nya, dilakukan dengan doa yang tulus dan membangun jejak kebaikan disekitar.

Semoga kita semua dapat menjadi Ayah yang diridhoi-Nya. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.