Beredar Isu Tak Sedap, UNIM Bone Angkat Bicara

oleh -1,553 x dibaca
UNIM Bone

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone diisukan dengan adanya informasi pelecehan seksual secara verbal oleh seorang terduga dosen terhadap mahasiswi yang beredar di media sosial.

Isu tersebut beredar di Instagram maupun di sejumlah grup WhatsApp bahwa diduga adanya oknum dosen melakukan pelecehan seksual secara verbal.

Dengan beredarnya informasi tak sedap itu, Tribun Bone melakukan konfirmasi kepada pihak kampus UNIM Bone yang menjadi buah bibir di media sosial tersebut.

Menurut Warek III Bidang Kemahasiswaan UNIM Bone, Gunawan, S.Pd, M.Pd bahwa mahasiswi yang diduga korban pelecehan verbal tersebut tak pernah melapor ke pihak Kampus, namun informasi tersebut didapatkan lewat media sosial (Instagram) sehingga pihak kampus dalam hal ini warek I dan warek III segera mencari informasi  dengan mengunjungi ke rumah mahasiswi tersebut  dengan ditemani pihak desa setempat.

BACA JUGA:  Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester I Tahun Pelajaran 2023 - 2024 UPT SDN 209 Kajaolaliddong

Dalam pertemuan dirumah mahasiswi tersebut yang dihadiri juga oleh pihak kepala desa, warek I dan warek III, pihak mahasiswi, pihak dosen, dan teman teman mahasiswi tersebut kemudian saling mengklarifikasi terkait isu tersebut.

“Awalnya itu, hanya di media. Tidak pernah menyampaikan (lapor) ke kampus tapi langsung speak up ke medsos,” kata Gunawan, (12/6/2025).

Lanjut Gunawan, bahwa mahasiswi tersebut hanya saling balas pesan WhatsApp bersama dosen tersebut. Dalam pesan WhatsApp tersebut tidak ada yang menunjukkan kata – kata bernuansa seksual verbal apalagi melakukan sentuhan.  Mahasisiwi tersebut menjelaskan bahwa ia di chat oleh pihak dosen tersebut dengan menanyakan untuk share lokasi kost.
Adapun dosen menanyakan tersebut karena ada titipan dari keluarga agar melihat mahasiswi tersebut karena ia berasal dari kampung , jadi bukan karena ada niat jahat dari dosen untuk melakukan hal jelek. “Namun pihak mahasiswi merasa di lecehkan secara verbal sehingga ia speak up di medsos bukan melapor ke pihak kampus,” Imbuhnya.

BACA JUGA:  Penerimaan Rapor di UPT SD Negeri 71 Lamurukung, Momentum Perkuat Silaturahmi Guru dan Orang Tua

Jadi awal muncul berita tersebut dimedia sosial karena mahasiswi tersebut bercerita kepada temannya, dan temannya ingin mempublikasiknnya ke media sosial dengan meminta persetujuan dari mahasiswi tersebut, dan mahasiswi tersebut menyetujuinya.

Lanjutnya, perlu juga diketahu bahwa menurut pengakuan Mahasiswi tersebut bukan inisiatifnya untuk mengekspos di media sosial namun dari temannya,.  Apalagi kejadian tersebut terjadi tahun 2024 pada bulan September.

“Bahkan pak Rektor sudah memanggil  orang tua mahasiswi tersebut ke kampus untuk dilakukan silaturahim tapi mahasiswanya bilang tidak bisa datang ortunya karena tidak ada kendaraan,” ucapnya lagi.

BACA JUGA:  Rutinitas Sabtu Pagi Murid MI Arrahman Pajekko, Usai Baca Surat Yasin Mendengar Nasehat Dari Guru Madrasah

Ditempat terpisah, Rektor UNIM Bone Dr. H. Muhammad Jafar, M.Pd juga menyampaikan bahwa kasus itu sudah kami tangani khususunya oleh pihak SATGAS Kampus dengan meminta klarifikasi dari pihak mahasiswi dan dosen. Dan InsyaAllah sejauh ini pihak SATGAS telah memanggil pihak mahasiswi dan dosen, setelah itu akan dianalisa kemudian di putuskan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.