Konservasi Dan Restorasi Budaya Lokal, Masyarakat Desa Awo Kec. Cina Kab. Bone Gelar Festival Budaya

oleh -1,199 x dibaca

CINA, TRIBUNBONEONLINE.COM–Indonesia merupakan salah satu bangsa Didunia yang memiliki banyak suku dan budaya serta tradisi-tradisi yang berkembang dikalangan sosial masyarakatnya. Itu terlihat dari banyaknya tradisi-tradisi seperti kesenian hingga permainan rakyat tempo dulu dan warisan budaya-budaya leluhur yang berkembang dari satu generasi ke generasi lainnya.

Dalam Prosesnya, budaya dan tradisi dikalangan masyarakat ini mulai terkikis oleh perkembangan zaman yang sangat dinamis. Olehnya itu, upaya-upaya Untuk merevive dan merevitalisasi budaya itu sangatlah dibutuhkan agar warisan budaya peninggalan leluhur masih bisa dikenal dan diwariskan sampai ke generasi sekarang ini.

BACA JUGA:  Kenakan Pakaian Adat, UPT SD Inpres 6/75 Buareng Meriahkan HJB

Atas dasar itulah warga masyarakat Desa Awo Kecamatan Cina Kabupaten Bone melaksanakan kegiatan Festival Budaya 2024 dengan tema “Mappalisu Sumange Ri Wanua Pallaungrumae” dengan harapan dapat turut serta dalam mengembalikan, menjaga serta meningkatkan rasa cinta terhadap salah satu kebudayaan di Indonesia yakni, Budaya Suku Bugis.

Kahar, selaku ketua Panitia Festival Budaya Desa Awo saat ditemui mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap budaya bugis serta memotivasi generasi muda untuk melestarikan dan meningkatkan kepedulian terhadap budaya kearifan lokal.

BACA JUGA:  RKBB Saoraja Bone Siap Launching Wanua Museum

“Besar harapan kami sekiranya kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan khususnya di Desa Awo ini. Mengingat kegiatan ini selain mampu memotivasi generasi muda untuk melestarikan budaya kearifan lokal, juga menjadi momentum guna lebih mempererat jalinan silaturahim serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Awo terkhusunya lagi kalangan-kalangan pemuda desa,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, berbagai macam budaya, tradisi dan permainan rakyat dipertunjukan diantaranya, Manggosong, Tari Massal, Mappadekko, Mallanca, Mappere, Majjeka, Mamusu Loco-Loco, Mallogo, Maraneng Songkok Recca dan perlombaan Kue Tradisional.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini juga mempertunjukkan tradisi Mattomppang, kesenian tradisional bugis dan lainnya serta juga acara Talk show dengan tema “Akulturasi Budaya dan Agama Islam”.

BACA JUGA:  Andi Yaomil Khaeriah Wakil Sibulue Raih Juara 3 Ajang Ana' Dara KalloloNa Bone, Ini Profilnya

“Selain menjdi ajang hiburan dan bersilaturahmi, pelaksanaan kegiatan ini juga sedianya menjadi motivasi dan edukasi bagi kita semua agar senantiasa berupaya menjaga serta werawat kelestarian budaya kita hingga nantinya tetap lestari meski seribu zaman berganti,” lanjut Kahar.

Adapun sumber anggaran dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni bersumber dari berbagai bantuan sukarelawan yang bersifat tidak mengikat. (edy/aslam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.