KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM–Melalui kolaborasi tim PKM-PM Peduli Ternak dengan Kelompok Pemuda Putus Sekolah Desa Cakkela, penyuluhan Program Kreativitas Mahasiswa mengenai pengolahan limbah pertanian sukses dilakukan pada Jumat, 10 Mei 2024.

Penyuluhan ini dihadiri langsung oleh aparat Pemerintah Desa Cakkela bersama dengan Kelompok Pemuda Putus Sekolah dan beberapa tim dari Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone.
A .M. Mahfud mahasiswa UNIM Bone mengatakan Penyuluhan diadakan dalam bentuk seminar singkat mengenai pemanfaatan limbah sekam padi, tongkol jagung, dan kulit kacang tanah menjadi ransum organik guna mewujudkan program peduli ternak di Desa Cakkela, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Kelompok Pemuda Putus Sekolah selaku mitra dalam pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) ini sangat menyambut baik penyuluhan yang dilakukan. Antusiasme mitra terlihat ketika pemaparan materi oleh tim, dimana mitra merasa tidak sabar lagi untuk segera melaksanakan pelatihan pembuatan ransum organik ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada tim UNIM Bone atas penyuluhan yang diadakan. Berkat penyuluhan ini, kami menjadi tahu mengenai manfaat limbah pertanian yang selama ini dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan yang tepat,” tutur Mansur selaku ketua mitra.
Lebih lanjut, Mukhtar sebagai anggota mitra juga mengungkapkan bahwa penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi mereka, mengingat kebutuhan akan ransum atau pakan ternak di Desa Cakkela.
“Benar sekali, ransum saat ini banyak dibutuhkan di Desa Cakkela karena memang banyak warga kami yang memelihara ternak, dan saat ini harga pakan ternak semakin meningkat, sehingga kami kesulitan dalam pemenuhannya” ujar Mukhtar.
Melalui penyuluhan yang telah dilakukan, Kepala Desa Cakkela bersama dengan mitra Kelompok Pemuda Putus Sekolah secara langsung mengungkapkan kesediaannya untuk mendukung program peduli ternak dengan mengikuti serangkaian kegiatan oleh tim PKM-PM UNIM Bone.
Tim juga berharap dengan adanya program ini dapat membantu dalam mengatasi permasalahan limbah pertanian yaitu sekam padi, tongkol jagung, dan kulit kacang tanah di Desa Cakkela, sekaligus menghadirkan sebuah inovasi produk yang dapat bermanfaat dalam mewujudkan program peduli ternak. (*)







