Mahasiswa UNIM Bone Pendampingan Pembuatan Pupuk Bokashi untuk Peningkatan Pertanian Desa Tappale

oleh -625 x dibaca
WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone telah berhasil meraih pendanaan PKM Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Vermicomposting Bokashi dari Limbah Organik Ternak Sapi Kombinasi Arang Sekam dan Dedak Padi sebagai Alternatif Pupuk Pendamping di Desa Tappale”.
Pengabdian ini menjadi langkah penting dalam memahami dan mempromosikan potensi alam yang melimpah khususnya di Desa Tappale.
Dalam sebuah inisiatif peduli lingkungan yang luar biasa, mahasiswa dari berbagai jurusan telah bersatu untuk memberikan pendampingan dalam pembuatan pupuk bokashi kepada mitra Karang Taruna Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone.
Melalui kolaborasi antara pengetahuan akademis dan semangat berbagi, mereka telah berhasil mengajarkan teknik-teknik terbaru dalam pembuatan pupuk organik ini kepada masyarakat desa, membantu menciptakan solusi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi pertanian lokal serta memberdayakan komunitas Karang Taruna. Dalam upaya untuk mencapai pertanian berkelanjutan dan merangsang kesadaran lingkungan, mahasiswa ini telah memberikan kontribusi positif yang patut dicontohkan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Sabtu, 30/09/2023, bahwa Tim PKM-PM melaksanakan pendampingan pembuatan pupuk bokashi dari limbah organik ternak sapi kombinasi arang sekam dan dedak padi dengan metode vermicomposting pada kelompok Karang Taruna Desa Tappale. Kegiatan pendampingan yang dilakukan di salah rumah mitra dapat berjalan dengan lancar dan mitra sangat antusias dalam mengikuti pendampingan pembuatan pupuk bokashi ini.
“Dengan adanya pendampingan pembuatan pupuk bokashi ini, masyarakat mampu membuat pupuk organik sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan sangat terjangkau serta mampu mengurangi limbah organik ternak sapi, sehingga masyarakat Desa Tappale tidak lagi terlalu sering menggunakan pupuk kimia,” ungkap Ikhsan, salah satu perwakilan mitra Karang Taruna Desa Tappale.
Selain itu ketua tim juga mengungkapkan bahwa, dengan diadakannya pendampingan pembuatan pupuk bokashi ini, mitra menjadi mampu menghasilkan pupuk organik bermutu tinggi secara mandiri, berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian dan berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik daur ulang bahan organik.
“Program PKM-PM ini sangat membantu kelompok Karang Taruna Desa Tappale maupun masyarakat setempat dalam mengembangkan potensi yang ada di Desa Tappale, dengan memanfaatkan limbah organik ternak sapi, arang sekam dan dedak padi,” sambung Mutmainna selaku anggota tim PKM-PM. (ril)
BACA JUGA:  Inovasi SMAN 15 Bone di Bawah Kepemimpinan Muhammad Tang, Sampah Plastik dan Kertas Disulap Jadi Sumber Dana Kegiatan Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.