Sapu Bersih! UKM KPI Unhas dan Desa Kajaolaliddong Boyong Dua Gelar Terbaik 1 di Abdidaya Ormawa 2026

oleh -36 x dibaca

MAKASSAR, TRIBUNBONEONLINE.COM– Panggung nasional Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjadi saksi kejayaan luar biasa dari Tim PPK Ormawa Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin. Bukan hanya satu, melainkan dua predikat Terbaik 1 sekaligus berhasil dibawa pulang oleh tim dan mitra binaannya, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.

Dua penghargaan bergengsi tersebut adalah Terbaik 1 Kategori Mitra Keberlanjutan Paling Partisipatif yang diraih oleh Desa Kajaolaliddong, serta Terbaik 1 Kategori Tim dengan Realisasi Kemitraan Terkuat yang diraih oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas.

BACA JUGA:  Mukerda 2025, Muslimah Wahdah Islamiyah Bone Perkuat Dakwah dan Kontribusi untuk Daerah

Penghargaan Mitra Keberlanjutan Paling Partisipatif diberikan karena warga Desa Kajaolaliddong dinilai sebagai penggerak utama, bukan sekadar objek. Keterlibatan aktif pemerintah desa, kelompok tani, hingga pengurus P4S Lamellong sejak tahap perencanaan hingga panen menjadi kunci terjaminnya keberlanjutan program. Sementara itu, predikat Realisasi Kemitraan Terkuat membuktikan kemampuan tim membangun jejaring lintas sektor yang nyata dan berdampak, mulai dari Dinas SDABK, Dinas TPHP, Dinas Sosial, Camat Barebbo, hingga sektor swasta dan BUMN.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyampaikan rasa bangganya. “Saya membuktikan bahwa kerja keras dan kolaborasi yang kuat akan membuahkan hasil luar biasa. Menyabet dua gelar Terbaik 1 di ajang nasional ini adalah puncak dari perjalanan hattrick kami selama tiga tahun berturut-turut. Penghargaan ini bukan milik tim semata, tetapi milik seluruh warga Desa Kajaolaliddong yang luar biasa partisipatif,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tiga Personel Brimob Bone Ikuti Lomba Menembak Reaksi Level-1

Dosen Pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kemitraan yang tulus. “Dua mahkota ini saling melengkapi. Inovasi teknologi hanya bisa berhasil jika masyarakatnya berpartisipasi aktif dan institusi di sekitarnya mendukung penuh. Kami dari Unhas hanya memantik, warga dan para mitra lah yang menyalakan apinya,” jelasnya.

Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, yang turut hadir menerima penghargaan menyampaikan rasa syukur. “Ini momen bersejarah bagi desa kami. Penghargaan ini membuktikan bahwa desa kami mampu menjadi contoh di tingkat nasional. Kami berkomitmen untuk terus merawat apa yang telah dirintis bersama mahasiswa Unhas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Contohkan Sunnah Nabi, Murid SDIT Wahdah Islamiyah Curi Perhatian di Gerak Jalan Indah Kabupaten Sinjai

Senada dengan itu, Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, S.P., menambahkan bahwa kolaborasi ini telah mengubah cara pandang petani. “Kami tidak hanya diajari teknologi, tapi juga diajak bermitra dan mandiri. Penghargaan ini menjadi cambuk untuk terus membuktikan bahwa petani Bone bisa berdaya saing,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.