WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Bone. Kali ini, kabar menggembirakan datang dari UPT SDN 23 Jeppe’e Kecamatan Tanete Riattang Barat setelah salah seorang murid kelas V, Aisyah Ayudia Inara, berhasil meraih Juara 1 lomba menulis cerita pendek (cerpen) pada seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Bone.
Capaian tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan. Prestasi Aisyah menjadi bukti bahwa bakat, kreativitas, dan kemampuan literasi murid sekolah dasar mampu bersaing dan tampil sebagai yang terbaik di tingkat kabupaten.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UPT SDN 23 Jeppe’e. Di tengah pentingnya penguatan literasi di lingkungan pendidikan, prestasi Aisyah memperlihatkan bahwa budaya menulis perlu terus ditumbuhkan sejak usia dini.
Berkat raihan juara pertama tersebut, Aisyah berpeluang membawa nama Kabupaten Bone ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada tahapan FTBI berikutnya. Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, harapan untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi pun terbuka.
Kepala UPT SDN 23 Jeppe’e, Murniati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keberhasilan yang diraih muridnya tersebut.
Ia menilai, prestasi Aisyah merupakan hasil yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk terus mengembangkan potensi, berani berkarya, dan tidak takut berkompetisi.
Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas membekali murid dengan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga harus memberikan ruang bagi tumbuhnya bakat, kreativitas, serta kemampuan berbahasa dan bersastra.
“Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi murid lainnya di UPT SDN 23 Jeppe’e agar terus belajar, berlatih, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” Ujar Murniati, Senin (12/10/26).
Seleksi FTBI sendiri menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya. Melalui kegiatan tersebut, murid didorong untuk mengenal, menggunakan, serta melestarikan bahasa ibu melalui berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan.
Bagi UPT SDN 23 Jeppe’e, keberhasilan Aisyah menjadi momentum penting untuk terus memperkuat budaya literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong murid berani berinovasi serta berprestasi.
Kini, harapan besar menyertai langkah Aisyah. Setelah tampil sebagai yang terbaik di tingkat Kabupaten Bone, ia diharapkan mampu mempersiapkan diri secara optimal apabila dipercaya mewakili daerah ke tingkat provinsi. Dari ruang kelas di Jeppe’e, Aisyah membuktikan bahwa karya seorang murid sekolah dasar pun mampu mengukir prestasi dan membawa kebanggaan bagi daerah. (Tamzil)







