BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Benarkah ritme belajar yang dimiliki siswa dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis mereka dalam menyelesaikan permasalahan matematika? Pertanyaan tersebut menjadi fokus utama penelitian yang tengah dilaksanakan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah Bone melalui program bertajuk “WARANI RESO: Analisis Ritme dan Durasi Belajar Matematika terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Paradigma Gaya Hidup Santai Generasi Z.”
Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program yang telah memperoleh pendanaan PKM Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, tim peneliti mulai melaksanakan pengumpulan data di dua sekolah mitra, yaitu UPT SMAN 6 Bone dan MA Al-Amin. Kegiatan ini menjadi tahap penting dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian mengenai pola belajar siswa Generasi Z.
Pengumpulan data melibatkan siswa kelas XI sebagai responden penelitian. Pada tahap awal, tim melakukan penyebaran angket yang terdiri atas instrumen ritme belajar, durasi belajar matematika, dan orientasi gaya hidup santai (Soft Life Orientation). Melalui instrumen tersebut, peneliti berupaya memperoleh gambaran mengenai kebiasaan belajar siswa, pengelolaan waktu belajar, serta kecenderungan pola hidup yang berkembang di kalangan Generasi Z saat ini.
Selain penyebaran angket, tim juga melaksanakan tes kemampuan berpikir kritis matematis yang menjadi instrumen utama dalam penelitian. Tes tersebut disusun untuk mengukur kemampuan siswa dalam menginterpretasikan informasi, menganalisis permasalahan, mengevaluasi solusi, menarik kesimpulan, serta menjelaskan alasan secara logis dalam konteks pembelajaran matematika.
Kegiatan pengumpulan data berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Guru dan tenaga kependidikan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan penelitian, sementara para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses pengisian angket maupun pelaksanaan tes. Topik penelitian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat banyak siswa tertarik untuk berpartisipasi dan berbagi pengalaman belajar mereka.
Tidak hanya mengumpulkan data kuantitatif melalui angket dan tes, tim PKM-RSH WARANI RESO juga melaksanakan wawancara mendalam dengan sejumlah siswa dan guru matematika. Wawancara tersebut dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebiasaan belajar siswa, tantangan yang mereka hadapi dalam pembelajaran matematika, serta pandangan guru terhadap perubahan karakter belajar peserta didik di era digital.
Menurut tim peneliti, fenomena gaya hidup santai atau Soft Life yang berkembang di kalangan Generasi Z menarik untuk dikaji karena memiliki keterkaitan dengan cara siswa mengatur waktu, menghadapi tekanan akademik, dan membangun kebiasaan belajar. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya berupaya melihat hubungan antarvariabel secara statistik, tetapi juga memahami pengalaman belajar siswa secara lebih mendalam.
Tim PKM-RSH WARANI RESO menyampaikan apresiasi kepada UPT SMAN 6 Bone dan MA Al-Amin atas dukungan yang diberikan selama proses penelitian berlangsung. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengumpulan data sekaligus memperkuat budaya riset yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui data yang diperoleh dari kegiatan ini, tim berharap dapat menghasilkan temuan yang mampu memberikan gambaran mengenai pola belajar matematika Generasi Z serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis mereka. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi sekolah dan guru dalam merancang strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik masa kini. (*)







