TANETE RIATTANG TIMUR, TRIBUNBONEONLINE.COM–Dinas Sosial (Dinsos) bersama UPT Puskesmas Bajoe melakukan kunjungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, terkait pendataan warga yang masuk dalam kategori stunting.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi data serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penanganan dan pencegahan stunting di wilayah Kelurahan Bajoe. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan data yang valid dan akurat sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran.
Lurah Bajoe, Apriadi, S.Sos., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan perhatian dari Dinas Sosial serta pihak Puskesmas Bajoe dalam upaya bersama menangani permasalahan stunting di wilayahnya.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan data warga yang masuk kategori stunting benar-benar akurat. Dengan data yang valid, program bantuan dan pendampingan bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar Apriadi.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kelurahan Bajoe siap mendukung penuh program pemerintah dalam penanganan stunting melalui pendataan, edukasi kepada masyarakat, serta pendampingan keluarga berisiko stunting.
Sementara itu, pihak Dinas Sosial dan Puskesmas Bajoe menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Saat dikonfirmasi tribunboneonline.com, Rabu (14/01/26), Lurah Bajoe berharap hasil kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting di Kelurahan Bajoe. (Tamzil)







