WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pada 15 September 2025 menjadi momentum penting bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone. Pada hari itu, terlaksana Konferensi Cabang Khusus PGRI Universitas Muhammadiyah Bone di Aula Kampus. Acara ini dihadiri oleh Rektor, unsur pimpinan, para dosen, tendik serta turut dihadiri oleh pengurus PGRI Kabupaten, yakni Ketua PGRI Kabupaten Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., dan Bendahara PGRI Kabupaten H. Andi Rustang, S.Pd., M.Pd. Kehadiran para pemimpin tersebut meneguhkan makna kebersamaan dan komitmen kita terhadap penguatan organisasi profesi guru di era yang terus menuntut peningkatan kualitas pendidikan.
Dr. Muh. Safar, M.Pd.,C.Ed. diberi amanah untuk menakhodai Cabang Khusus PGRI Universitas Muhammadiyah Bone masa jabatan 2025–2030. Amanah ini bukan sekadar jabatan formal, tetapi sebuah tanggung jawab moral untuk menghadirkan kiprah nyata dalam meningkatkan kompetensi guru, dosen, dan calon pendidik. Seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi merupakan inti dari profesionalisme pendidik. Universitas Muhammadiyah Bone sebagai perguruan tinggi swasta memiliki peran strategis dalam mencetak calon pendidik yang unggul, tidak hanya dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam karakter, keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.

PGRI Cabang Khusus Universitas Muhammadiyah Bone diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi dan sinergi. Bukan hanya sekadar wadah organisasi, tetapi sebagai pusat pengembangan kompetensi yang terintegrasi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Bagi perguruan tinggi Muhammadiyah, Tri Dharma ini diperkaya dengan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Konsep ini merupakan penjabaran dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih umum, dengan penambahan aspek keislaman yang menjadi ciri khas dan amanat Muhammadiyah untuk pendidikan tinggi muhammadiyah
“Harapan kami, Cabang Khusus PGRI Universitas Muhammadiyah Bone dapat berjalan beriringan dengan PGRI Kabupaten maupun PGRI Cabang di berbagai wilayah. Kolaborasi ini tidak hanya dalam implementasi pembelajaran dan pengajaran, tetapi juga dalam penelitian bersama yang mendukung inovasi pendidikan, serta pengabdian masyarakat yang memperkuat peran guru sebagai agen perubahan. Melalui kerja sama tersebut, kita dapat menghadirkan program-program pengembangan profesional berkelanjutan, seminar, workshop, serta kegiatan penguatan literasi digital dan pedagogi mutakhir yang sangat dibutuhkan di era ini,” ungkap Wakil Rektor I, UNIM Bone ini.
“Kami juga percaya bahwa sinergi ini dapat menjadi motor penggerak lahirnya generasi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan spiritual. Guru dan dosen bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa untuk membentuk peradaban,” lanjutnya.
“Oleh karena itu, PGRI dan Universitas Muhammadiyah Bone harus terus berjalan seiring dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa,” sambungnya.

Akhirnya, amanah ini adalah tanggung jawab yang berat namun mulia. Dengan dukungan seluruh pengurus, dosen, dan mitra organisasi, saya optimis Cabang Khusus PGRI Universitas Muhammadiyah Bone dapat memberikan kontribusi nyata. “Mari kita jadikan PGRI sebagai rumah besar yang mengayomi, menguatkan, dan mendorong profesionalisme pendidik. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman, kita akan bergerak menuju masa depan pendidikan yang lebih bermartabat, unggul, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)







