KAHU, TRIBUNBONEONLINE.COM– Kecamatan Kahu dinilai sebagai wilayah yang sangat potensial untuk pengembangan komoditas kakao. Dengan jumlah 19 desa yang tersebar dan masih banyaknya lahan kosong milik petani, program bantuan bibit kakao dinilai akan sangat tepat sasaran apabila disalurkan kepada kelompok tani dan petani di wilayah tersebut.
Kondisi geografis dan iklim yang dimiliki Kecamatan Kahu mendukung pertumbuhan tanaman kakao secara optimal. Hal ini disampaikan oleh Andi, Petugas Lahan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kahu Kabupaten Bone, saat ditemui pada Ahad (24/8/2025) di sela-sela aktivitasnya merawat berbagai jenis tanaman seperti cabai, kangkung poliponik, semangka, dan labu madu di lahan milik BPP, ia mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi kakao di wilayah tersebut.
“Tanaman kakao sangat cocok dikembangkan di Kecamatan Kahu. Jenis tanah, iklim, serta curah hujan yang kita miliki mendukung pertumbuhan kakao yang merupakan tanaman berumur panjang. Ditambah dengan harga biji kakao yang cukup tinggi di pasaran, ini bisa menjadi komoditas andalan petani,” ujar Andi.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan berupa sosialisasi dan pendampingan teknis kepada petani untuk memastikan keberhasilan program. “Kalau ada pendampingan yang rutin, saya yakin banyak petani yang tertarik. Lahan-lahan kosong bahkan lahan yang selama ini ditanami jati putih seperti di Matajang, Cammilo, dan Sanrego bisa saja dialihkan untuk kakao, karena nilai ekonominya jauh lebih menjanjikan,” tambahnya.
Namun, Andi menyayangkan bahwa pada tahun lalu, program bantuan bibit kakao dari pemerintah—baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Bone maupun melalui program aspirasi DPR RI—tidak menyasar Kecamatan Kahu. “Tahun lalu Kahu tidak kebagian, padahal potensi kita tidak kalah dengan kecamatan lain. Sayang sekali,” ungkapnya.
Melihat antusiasme petani dan potensi lahan yang belum tergarap maksimal, ia berharap tahun ini dan ke depan, pemerintah lebih memperhatikan Kecamatan Kahu dalam pendistribusian bantuan bibit kakao. Ia yakin, jika program ini direalisasikan, akan banyak petani yang memanfaatkannya dan menjadikan kakao sebagai sumber penghasilan utama.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta kerja sama yang solid antara kelompok tani, penyuluh, dan petani, Kecamatan Kahu diyakini bisa menjadi sentra produksi kakao baru di Kabupaten Bone. (Aff)