Pelajar SMPN 1 Tellu Siattinge Cahaya Rahayu Raih Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Bugis

oleh -263 x dibaca

TELLU SIATTINGE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar UPT SMP Negeri 1 Tellu Siattinge, Kabupaten Bone. Kali ini, Cahaya Rahayu berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Pidato Berbahasa Bugis pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP se-Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tersebut dilaksanakan secara daring pada 12–27 Oktober 2026.

Keberhasilan Cahaya Rahayu meraih posisi ketiga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar UPT SMP Negeri 1 Tellu Siattinge. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda mampu berkompetisi dan berprestasi melalui pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Bugis.

BACA JUGA:  SMAN 27 BONE Gelar Rapat Kerja MPK, OSIS, dan Ekstrakurikuler, Perkuat Sinergi Program Kesiswaan

Kepala UPT SMP Negeri 1 Tellu Siattinge, Mashuri M, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian yang diraih oleh pelajarnya tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, keberanian, dan kesungguhan pelajar dalam mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang bahasa dan sastra daerah.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Cahaya Rahayu. Capaian ini menjadi bukti bahwa pelajar kami memiliki kemampuan dan potensi untuk bersaing di tingkat yang lebih luas. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pelajar untuk terus belajar, berani tampil, dan mengembangkan bakat yang dimiliki,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Demi Menjalin Hubungan Baik, Babinsa melaksanakan Komsos Dengan Warga Binaan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan kegiatan yang sangat positif karena menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah sebagai warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.

Menurutnya, bahasa Bugis bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan identitas, nilai budaya, dan kekayaan daerah yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pihak sekolah berharap keberhasilan Cahaya Rahayu dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen UPT SMP Negeri 1 Tellu Siattinge dalam mendukung pengembangan bakat dan minat pelajar serta melestarikan bahasa dan budaya daerah di lingkungan sekolah. (Tamzil)

BACA JUGA:  Workshop Penguatan Moderasi Beragama di MIN 4 Bone: Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Selaku Narasumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.