Kunjungi Mahasiswa KKN, Plt Rektor UNM: Akademisi Boleh Salah, tetapi Tidak Boleh Bohong

oleh -36 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof.Dr.Farida Patitingi SH.,M.Hum. mengingatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar selalu jujur secara akademik. Pesan itu disampaikan saat ia mengunjungi lokasi KKN UNM di Kabupaten Bone, tepatnya di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (23/10/2026).

“Seorang akademisi harus selalu jujur jika mengutip pernyataan orang lain. Akademisi boleh salah, tetapi tidak boleh bohong,” kata Farida, yang juga Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin.
Dalam sambutannya, Farida menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bone, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat atas kerja sama serta fasilitas yang diberikan untuk penempatan mahasiswa KKN sehingga ada kesempatan bagi mahasiswa memperoleh pengalaman kehidupan nyata.
Ia juga mendorong generasi muda berani bermimpi setinggi-tingginya. “Mimpi itu gratis,” ujarnya. Selama KKN, kata Farida, mahasiswa akan bertemu beragam karakter, baik dari rekan satu posko maupun masyarakat sehingga harus mampu beradaptasi. KKN, harus menjadi wahana membangun jejaring dan pengenalan diri, “Kenali dirimu agar bisa mengenali orang lain,” katanya.
Mengutip B.J. Habibie, Farida menyebut kecendekiawanan tidak diukur dari banyaknya gelar, tetapi dari banyaknya karya yang dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kisah Plt Sekda
Sambutan Bupati Bone dibacakan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Bone, Edy Saputra Syam. Sebelum membacakannya, ia berbagi kisah pribadi kepada mahasiswa. Saat sekolah dasar, ia berada di peringkat ke-26 di kelas unggulan. Angka itu justru menjadi simbol keberuntungan baginya. Ketika menjabat kepala dinas, pelat mobilnya bernomor 26. Kini, sebagai Plt Sekda, ia bermimpi suatu saat akan bertengger di Gedung DPR-RI.
Ia juga mengisahkan, saat menempuh pendidikan di STPDN, dirinya berada di urutan sekitar 600 dari sekitar 1.000 orang, karena mimpi besarnya ia menjadi yang pertama di angkatannya yang menduduki jabatan eselon II. “Saya selalu optimistis pada mimpi yang saya yakini,” ujarnya.
Sambutan tertulis Bupati, meminta mahasiswa membantu pemerintah menyusun program yang berkelanjutan agar tetap berjalan setelah KKN usai. Bupati mengapresiasi KKN Literasi dan meminta literasi diarahkan ke berbagai aspek kehidupan.
Kuota KKN Literasi
Ketua Satuan Tugas KKN UNM menyampaikan bahwa KKN Literasi menjadi program unggulan pemerintah pusat dan UNM. Berdasarkan penilaian pejabat Perpustakaan Nasional, UNM ditawari penambahan kuota hingga 1.000 peserta. Namun, jumlah kuota akan tetap menjadi keputusan UNM melalui rektor dan/atau senat, tegas ketua Satgas KKN, Dr.Suarlin.
Peresmian dan Kunjungan Posko
Prof.Farida juga meresmikan sarana dan prasarana di Kampus VI UNM Bone. Dia mengapresiasi semua pihak yang mendukung selesainya proyek dengan baik dan benar.
Rombongan kemudian mengunjungi posko KKN di SDN 108 Pompanua, Kecamatan Ajangale. Farida mengawali sambutannya dengan menyanyikan lagu Bugis yang sangat populer “Ininnawa”, dan dia menyebut guru sebagai pendekar pendidikan yang berdiri di garda terdepan pendidikan anak, khususnya pendidikan dasar.
Farida lalu bercerita tentang daya kritis murid sekolah dasar dalam proses belajar mengajar. Dalam bahasa Bugis, ia menggambarkan percakapan seorang guru dengan muridnya.
“Ako lima utti diandre tellu, siagapi sesana?” tanya sang guru. “Utti aga, Ibu guru?” tanya murid balik. “Utti barangeng,” jawab guru. “Ohh, ako utti barangeng, de’na kusesai, Ibu guru,”.
Maknanya, kurang lebih, “Anak-anak, kalau punya lima pisang dan dimakan tiga, berapa sisanya?” Murid tidak langsung menjawab, tetapi bertanya, “Pisang apa, Bu Guru?” Guru menjawab, “Pisang barangeng,”Sang murid pun berkata, “Oh, kalau pisang barangeng, tidak ada yang saya sisakan, Bu Guru.”
Farida mengapresiasi kerja sama dan kesiapan camat, kepala sekolah, serta guru yang memberi pengalaman nyata sebagai pendidik kepada mahasiswa KKN.
Camat Ajangale Andi Tenri Lewa juga menyampaikan terima kasih kepada UNM, khususnya mahasiswa KKN, yang dinilai memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat dan pemerintah kecamatan-JDM. (*)

BACA JUGA:  Menguatkan Pilar Akademik Melalui Kehadiran Program Studi Baru di UNIM Bone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.