Rayakan Bulan Inklusi Keuangan, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Pahlawan Literasi dan Inklusi hingga Pelosok Negeri

oleh -70 x dibaca

TRIBUNBONEONLINE.COM– Momentum Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober 2026 menjadi pengingat pentingnya memperluas akses layanan keuangan yang merata dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya menjadi perpanjangan layanan perbankan hingga ke pelosok desa, BRILink Agen juga turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pemanfaatan layanan digital di tengah masyarakat.

Tercatat, hingga akhir September 2026, BRI telah memiliki jaringan sebanyak 1,06 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80% desa di Indonesia. Luasnya jaringan tersebut turut diiringi dengan aktivitas transaksi yang mencapai sekitar 750 juta transaksi, dengan volume transaksi (sales volume) sebesar Rp1.270 triliun.

Di balik besarnya aktivitas transaksi tersebut, kehadiran BRILink Agen membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan. Mulai dari membayar tagihan listrik, air, BPJS Kesehatan, telepon, membeli pulsa, hingga melunasi cicilan, seluruhnya dapat dilakukan melalui agen terdekat.

BACA JUGA:  BRI Dorong Nasabah Mikro di Sinjai Lebih Terlindungi Lewat Asuransi Mikro BRINS dan AMKKM

Tak berhenti di sana, BRILink Agen juga membuka akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas, seperti referral pembukaan rekening tabungan dan pengajuan pinjaman, asuransi mikro, tarik tunai dari kiriman uang luar negeri, hingga pembelian tiket moda transportasi seperti tiket bus, shuttle, kereta dan penyeberangan menggunakan kapal.

Di sisi lain, kehadiran BRILink Agen turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan dengan BRI, pemilik warung dan pelaku usaha lokal dapat memperoleh tambahan penghasilan dari layanan transaksi perbankan, sekaligus mengembangkan usahanya menjadi lebih produktif dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Peluang pertumbuhan usaha ini terus diperkuat melalui upaya BRI dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas para agen, sehingga mereka dapat naik kelas ke kategori Jawara dan Juragan, yakni tingkatan agen dengan fee based income tertinggi. Per September 2026, sebanyak 59 ribu BRILink Agen tercatat berada pada kedua kategori tersebut. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa kemitraan BRILink Agen tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperbesar skala bisnis dan memperkuat ketahanan ekonomi.

BACA JUGA:  Tingkatkan Produksi Padi di Libureng, Desa Wanua Waru Kolaborasi PT SGN PG Camming Galakkan Gerakan Tanam Padi

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa kekuatan BRILink Agen bukan hanya terletak pada luasnya jaringan, melainkan juga pada kedekatan para agen dengan masyarakat. Melalui hubungan yang terbangun sehari-hari, BRILink Agen turut menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengenal layanan keuangan formal dan semakin terbiasa memanfaatkan transaksi digital.

“BRILink Agen bukan sekadar mitra transaksi perbankan. Di banyak daerah, mereka menjadi pihak yang membantu masyarakat mengakses layanan keuangan, memahami cara bertransaksi, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin para agen terus tumbuh bersama masyarakat yang mereka layani, sehingga manfaat inklusi keuangan juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Akhmad.

BACA JUGA:  Jagung Unggul Advanta–Bejo Dibagikan, Petani Patimpeng Dorong Alih Komoditas dari Padi

Besarnya manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat juga berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap bisnis perseroan. Hingga akhir September 2026, aktivitas BRILink Agen telah menghasilkan fee-based income sebesar Rp1,3 triliun serta mendukung penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) sebesar Rp32 triliun.

“Kinerja bisnis yang positif ini kian memperlihatkan bahwa penguatan jaringan keuangan di tingkat desa tidak hanya membantu menggerakkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis BRI yang berbasis ekonomi kerakyatan,” tutup Akhmad. (LSee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.