Dari Bone ke Panggung Nasional! Desa Kajaolaliddong Diundang ke Abdidaya Ormawa 2026

oleh -147 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mendapat undangan mengikuti Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 untuk kategori Kelompok Mitra Keberlanjutan. Desa ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan pertanian yang dikembangkan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).

Undangan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah desa dan masyarakat dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Unhas melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Melalui program bertajuk “Mannennungeng: Smart Hydro Loop sebagai Strategi Peningkatan Kemandirian Petani di Desa Kajaolaliddong dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”, mahasiswa mengembangkan model pemberdayaan pertanian berbasis potensi lokal dan teknologi tepat guna.

Salah satu inovasi utamanya adalah sistem irigasi presisi Uwai Tuo berbasis Internet of Things (IoT), yang diintegrasikan dengan Pabbura (pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik), Warani (pengendalian hama ramah lingkungan), serta Garisi’ (pola tanam adaptif dan rotasi varietas unggul). Keempat pilar ini saling bersinergi membangun ekosistem pertanian yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Kanwil DJP Sulselbartra dan Pemkab Bone Teken MoU Layanan Perpajakan di Mall Pelayanan Publik Bone

Kepala Desa Kajaolaliddong, Muh. Yunus, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan. “Keberhasilan sebuah program pengabdian tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari bagaimana manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat. Kami bersyukur Desa Kajaolaliddong dipercaya menjadi mitra keberlanjutan dari program yang telah dijalankan bersama mahasiswa Unhas,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran program Mannennungeng telah membawa perubahan nyata bagi petani setempat. Produktivitas padi yang sebelumnya hanya 3 ton per hektare kini meningkat menjadi 5,3 ton per hektare. Efisiensi penggunaan air tercatat naik hingga 25 persen, sementara penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 50 persen. “Kami berharap program ini terus berjalan dan dikembangkan oleh masyarakat, terutama melalui P4S Lamellong yang telah menjadi wadah pembelajaran petani di desa kami,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Kesiapsiagaan, Berikut Pesan Atensi Dansat Brimob Polda Sulsel

Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, S.P. , menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi ukuran penting keberhasilan program PPK Ormawa. “Keterlibatan pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi kunci agar inovasi yang telah dihadirkan dapat terus dijalankan secara mandiri. Apa yang ditinggalkan tim Mannennungeng akan kami ajarkan juga kepada petani di sekitar, sehingga program ini bisa terus berjalan,” katanya.

Dosen Pendamping Program Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si. , menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak. “Setiap tahun kami terus belajar dan menyempurnakan program bersama masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan pertanian di tingkat tapak,” jelasnya.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Saya membuktikan bahwa UKM KPI Unhas mampu konsisten menghadirkan program pengabdian yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Tiga kali berturut-turut lolos Abdidaya Ormawa adalah pencapaian yang tidak mudah. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dukungan dosen pendamping, serta kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Satlantas Polres Bone Ramcek Kendaraan Angkutan Barang di PT BACB Bone

Anugerah Abdidaya Ormawa Nasional 2026 akan diselenggarakan pada 21–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, dengan tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”.

Keikutsertaan Desa Kajaolaliddong dalam ajang nasional ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Melalui Mannennungeng, desa ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan pertanian yang mandiri, berbasis potensi lokal, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa, khususnya pada poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.