WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM – Kondisi udara di Kabupaten Bone yang diselimuti asap menjadi perhatian, khususnya dalam menjaga kesehatan anak-anak usia sekolah. Menyikapi kondisi tersebut, MIN 8 Bone melaksanakan sosialisasi penggunaan masker kepada murid sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap bagi kesehatan. Rabu, (13/10/2026).
Kegiatan ini dipandu oleh guru pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Yuliana, S.Pd., bersama Dokter Kecil (Dokcil). Sosialisasi ini sejalan dengan imbauan penggunaan masker dalam Edaran Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 100.3.4/13819/DINKES tanggal 7 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, murid diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan masker dengan benar, terutama saat beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara kurang baik. Paparan asap dapat menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, serta memperburuk gangguan pernapasan, khususnya pada anak-anak.
Kepala MIN 8 Bone, Hj. Harnidah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kesehatan murid harus menjadi perhatian bersama, terlebih dalam kondisi udara yang diselimuti asap.
“Keselamatan dan kesehatan murid merupakan prioritas kita bersama. Melalui sosialisasi ini, kami berharap murid memahami pentingnya menggunakan masker dan menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik. Kami juga mengimbau seluruh warga madrasah untuk mematuhi arahan pemerintah serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Yuliana, S.Pd., bersama Dokcil memberikan edukasi tentang cara menggunakan masker dengan benar serta pentingnya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Murid juga diingatkan agar segera melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami batuk, iritasi mata, atau gangguan pernapasan.
Melalui kegiatan ini, MIN 8 Bone berupaya menumbuhkan kesadaran murid bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di madrasah maupun di rumah, sekaligus disampaikan kepada keluarga.
Langkah edukatif ini menjadi wujud kepedulian madrasah terhadap kesehatan murid sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampak pencemaran udara akibat asap.
Udara boleh diselimuti asap, tetapi kepedulian terhadap kesehatan tidak boleh redup. (*Red/Tamzil)








