Kemarau Panjang Melanda, Warga yang Mampu Pilih Sewa Tukang Bor Sumur di Pekarangan Rumah

oleh -61 x dibaca

PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Musim kemarau yang berkepanjangan telah memaksa banyak keluarga menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Tidak sedikit yang harus mengantre di sumber mata air atau mengandalkan tandon air dari sumur umum. Namun, bagi warga yang memiliki kemampuan ekonomi, opsi lain yang lebih praktis tersedia: menyewa jasa tukang bor sumur.

Foto yang diabadikan Sabtu, 3 Oktober 2026, memperlihatkan proses pengeboran sumur yang sedang berlangsung di sebuah pekarangan rumah.

Seorang pekerja duduk di atas menara kerangka besi biru setinggi beberapa meter, sementara rekannya berjongkok di tanah basah sambil mengatur selang. Di bawahnya, mesin diesel berwarna oranye-merah beroperasi dengan sistem katrol dan pipa-pipa besar. Tangki air oranye serta terpal penghalang turut melengkapi lokasi kerja yang penuh lumpur dan dedaunan.

BACA JUGA:  Sangdara dalam Festival Lampu’ Toae, Merawat Ruang Budaya Pesisir Kajuara

Pekerjaan seperti ini menjadi solusi cepat bagi keluarga yang ingin memiliki sumber air mandiri di tengah ancaman kekeringan. Dengan menyewa tukang bor, warga tidak lagi bergantung pada pasokan air yang semakin terbatas atau harus menempuh jarak jauh setiap hari.

Meski demikian, proses pengeboran tetap membutuhkan kehati-hatian tinggi, terutama bagi pekerja yang berada di ketinggian. Struktur menara terbuka dan kondisi tanah yang licin menjadi risiko yang harus diantisipasi.

Di tengah kemarau yang masih berlangsung, fenomena pengeboran sumur di pekarangan rumah menjadi gambaran nyata bagaimana sebagian warga beradaptasi.

BACA JUGA:  UPT SDN 208 Samaelo Gelar Kegiatan Amaliah Ramadan, Bahas Hikmah dan Ketentuan Puasa

Bagi yang mampu, memiliki sumur pribadi adalah jaminan air bersih. Sementara bagi yang belum mampu, perjalanan jauh mencari air masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Salah seorang warga Desa Mappesangka Kecamatan Ponre, Asis, mengatakan, akibat kemarau panjang yang terjadi, kami kesulitan mendapatkan air bersih. “Meski ada sumur namun debit airnya tidak mampu memenuhi isi bak air kamar mandi hingga bak penampungan air bersih untuk kebutuhan memasak air,”katanya.

“Dengan adanya kemampuan sedikit ini kami mencoba membuat sumur bor untuk kebutuhan air bersih dirumah,”jelasnya. (Red)

BACA JUGA:  54 Calon PKD Pemilu 2024 Libureng, Jalani Tes Wawancara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.