DUA BOCCOE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Musibah kebakaran yang menimpa warga Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, mengetuk kepedulian berbagai pihak. Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, keluarga besar MIN 4 Bone bergerak cepat menggalang bantuan untuk meringankan beban warga yang terdampak musibah, Sabtu (12/9/2026).
Aksi tersebut menjadi bagian dari semangat “Madrasah Peduli, Madrasah Berbagi”. Kepedulian ini menunjukkan bahwa peran madrasah tidak hanya diwujudkan melalui proses pendidikan di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui kehadiran nyata ketika masyarakat sedang menghadapi musibah.
Sejumlah kebutuhan pokok dikumpulkan sebagai bentuk bantuan bagi para korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan kebutuhan warga yang tengah menghadapi masa sulit akibat musibah kebakaran.
Kepala MIN 4 Bone, Andi Asdar, yang akrab disapa Puang Asdar, saat ini sedang berada di Semarang, Jawa Tengah. Namun, jarak tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk tetap menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah.
Koordinasi bersama keluarga besar MIN 4 Bone terus dilakukan agar aksi penggalangan dan penyaluran bantuan dapat berjalan secara maksimal.
“Meskipun Kamad saat ini sedang berada di Semarang, Jawa Tengah, koordinasi tetap berjalan maksimal untuk peduli kepada korban musibah,” ujar Puang Asdar.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama bukan semata-mata tentang seberapa besar bantuan yang mampu diberikan. Hal yang lebih penting adalah kecepatan hati untuk tergerak hadir dan membantu mereka yang sedang tertimpa bencana.
“Peduli itu bukan berapa banyak yang bisa diberikan, tapi kita seharusnya bertindak seberat cepat hati dan cinta kita untuk mereka yang ditimpa bencana,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi penguat bagi keluarga besar MIN 4 Bone untuk terus menumbuhkan budaya saling membantu, berbagi, dan menghadirkan cinta di tengah masyarakat.
Bantuan yang terkumpul mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga yang sedang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi berbagai dampak akibat musibah, setiap uluran tangan memiliki arti yang sangat berarti.
MIN 4 Bone juga mengajak seluruh pihak yang tergerak untuk bersama-sama membantu para korban sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sebab, setiap bentuk kepedulian yang diberikan dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang berusaha bangkit dari musibah.
Semangat berbagi tersebut sekaligus menjadi pembelajaran nyata bagi murid MIN 4 Bone. Nilai-nilai kemanusiaan, empati, gotong royong, dan cinta kepada sesama tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Melalui aksi tersebut, MIN 4 Bone terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi madrasah yang tidak hanya mendidik dengan ilmu, tetapi juga hadir dengan kepedulian, empati, dan cinta kepada masyarakat.
Semangat “Madrasah Peduli, Madrasah Berbagi” diharapkan terus tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan madrasah dan menjadi teladan bagi murid untuk senantiasa peduli terhadap sesama, terutama mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan. (*Re Tamzil)







