Inovasi Karakter di UPT SMPN 5 Ajangale, Aplikasi Jurnal 7 KAIH Perkuat Sinergi Guru, Pelajar, dan Orang Tua

oleh -54 x dibaca

AJANGALE, TRIBUNBONEONLINE.COM– UPT SMP Negeri 5 Ajangale terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter pelajar melalui pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Aplikasi Jurnal 7 KAIH (7 Karakter Anak Indonesia Hebat), sebuah sistem pembiasaan harian yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara guru wali, pelajar, dan orang tua/wali pelajar.

Aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pola pembinaan karakter yang lebih terarah, terukur, dan terintegrasi. Melalui sistem digital ini, aktivitas pembiasaan pelajar dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala.

Jurnal 7 KAIH mencakup tujuh kebiasaan utama Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cukup.

BACA JUGA:  Pisah Sambut Lurah Apala Kecamatan Barebbo

Kepala UPT SMP Negeri 5 Ajangale, Hj. Nurhaidah, S.Pd., mengatakan bahwa pembentukan karakter pelajar di era modern membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah dan keluarga.

“Aplikasi Jurnal 7 KAIH ini merupakan jembatan emas yang menghubungkan pengawasan sekolah dengan pendampingan di rumah. Kami ingin memastikan bahwa kebiasaan positif yang diajarkan di sekolah tetap berlanjut dan terjaga saat anak berada di rumah bersama orang tua,” ujar Hj. Nurhaidah. Senin (07/09/26).

Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan komunikasi, transparansi, dan keselarasan antara pembiasaan yang dilakukan pelajar di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan sekaligus Koordinator Guru Wali UPT SMPN 5 Ajangale, Syarifuddin, S.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan aplikasi tersebut bertumpu pada kolaborasi tiga unsur utama.

BACA JUGA:  Wujud Sinergitas TNI POLRI, Koramil 1407-14/ Libureng Berikan Ucapan HUT ke-79 Bhayangkara 

Pertama, pelajar berperan aktif dan mandiri dalam mengisi jurnal pembiasaan harian secara jujur dan disiplin.

Kedua, orang tua/wali pelajar berperan mendampingi, mengawasi, dan memberikan dukungan terhadap aktivitas pembiasaan anak, khususnya ketika berada di rumah.

Ketiga, guru wali berperan menganalisis data secara periodik, memberikan evaluasi, serta menyampaikan apresiasi dan saran pendampingan kepada orang tua berdasarkan perkembangan masing-masing pelajar.

“Melalui sistem ini, Guru Wali tidak hanya menerima data angka atau centang pembiasaan, tetapi dapat memberikan laporan apresiasi dan saran spesifik secara berkala kepada setiap orang tua. Kolaborasi tripartit ini terbukti meningkatkan kedisiplinan ibadah, pola tidur, dan kegemaran belajar pelajar secara signifikan,” jelas Syarifuddin.

BACA JUGA:  Innalillahi, Kepala TK Poleonro Lebbae Fatmawati Yusuf Meninggal Dunia, Tinggalkan Tiga Putra

Kehadiran Aplikasi Jurnal 7 KAIH sekaligus menjadi langkah UPT SMP Negeri 5 Ajangale dalam memanfaatkan digitalisasi pendidikan untuk mendukung pembentukan karakter pelajar.

Sekolah berharap inovasi tersebut tidak sekadar menjadi instrumen pencatatan aktivitas harian, tetapi mampu membangun budaya pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten oleh pelajar dengan dukungan guru dan keluarga.

Dengan sinergi antara sekolah, murid, dan orang tua, UPT SMP Negeri 5 Ajangale optimistis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, pola hidup sehat, disiplin, bertanggung jawab, gemar belajar, mampu bermasyarakat, serta berakhlak mulia. (Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.